BONTANG – Kelurahan Api-Api bersama aparat keamanan menelusuri keberadaan terduga pelaku perusakan pot tanaman di Jalan Ahmad Yani, yang aksinya sempat viral di media sosial.
Namun, saat didatangi ke lokasi tempat tinggalnya di kawasan Gunung Telihan, remaja tersebut tidak ditemukan.
Lurah Api-Api, Fachrizal, mengatakan penelusuran dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait identitas dan keberadaan terduga pelaku.
Bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, aparat Kelurahan Gunung Telihan, pihaknya mendatangi sebuah rumah kos di belakang Gereja Galilea yang diduga menjadi tempat tinggal remaja itu.
“Setelah video CCTV itu viral, kami bersama aparat terkait langsung mendatangi lokasi yang diinformasikan, tetapi yang bersangkutan tidak di tempat,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Meski belum berhasil ditemukan, aparat kepolisian disebut masih melakukan pemantauan di wilayah tersebut guna menelusuri keberadaan remaja yang diduga terlibat dalam aksi vandalisme.
Dari hasil penelusuran lapangan dan keterangan keluarga, diketahui terduga pelaku merupakan remaja yang baru lulus SMP dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
Dia disebut tinggal sendiri di rumah kos dan berasal dari keluarga yang tidak utuh, sehingga pengawasan terhadap dirinya dinilai kurang maksimal.
“Informasinya anak ini tinggal sendiri dan berasal dari keluarga broken home. Kondisi itu membuat pengawasan terhadap dirinya menjadi kurang maksimal,” kata Fachrizal.
Tak hanya itu, berdasarkan keterangan orang tua, remaja tersebut lebih sering bergaul dengan kelompok yang usianya lebih tua dibanding teman sebayanya. Lingkungan pergaulan itu diduga turut memengaruhi perilakunya.
“Menurut orang tuanya, anak ini sering berkumpul dengan orang-orang yang lebih dewasa. Pergaulannya cukup bebas dan itu mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tindakannya,” bebernya.
Pihak kelurahan juga menerima informasi bahwa remaja tersebut sebelumnya kerap terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk mengonsumsi minuman beralkohol.
“Memang sudah beberapa kali melakukan kenakalan, seperti mabuk-mabukan dan minum minuman beralkohol. Ada kemungkinan saat melakukan perusakan dia berada di bawah pengaruh alkohol, tetapi hal itu tentu masih perlu pendalaman lebih lanjut,” katanya.
Meski begitu, Pemkot Bontang disebut akan mengedepankan pendekatan pembinaan apabila pelaku berhasil ditemukan.
Mengingat usianya yang masih tergolong anak, langkah persuasif dan edukatif menjadi prioritas.
“Sesuai arahan pimpinan, nantinya akan dilakukan pembinaan secara persuasif dan diberikan sanksi sosial. Kami juga sudah bertemu dengan orang tuanya untuk membicarakan tindak lanjut yang akan dilakukan,” pungkasnya. (*/Niwil)

















