BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin (30/3/2026).
Dalam laporan tersebut, disampaikan capaian kinerja pembangunan daerah, dengan penekanan pada pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif.
Pemerintah Kota Bontang mencatat adanya pemulihan signifikan setelah sebelumnya mengalami kontraksi.
Neni Moernaeni menjelaskan, pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Kota Bontang sempat terkontraksi sebesar minus 2,51 persen akibat tekanan pada sektor industri pengolahan.
Namun pada tahun 2025, ekonomi berhasil tumbuh signifikan hingga mencapai 32,1 persen.
“Ekonomi kita sempat mengalami kontraksi besar tahun lalu akibat tekanan di sektor industri pengolahan,” ujarnya.
Selain itu, sektor non-migas juga menunjukkan kinerja yang stabil dengan pertumbuhan sebesar 6,33 persen.
Capaian ini mengindikasikan bahwa sektor perdagangan, konstruksi, dan jasa mulai berperan dalam mengurangi ketergantungan terhadap sektor migas.
Dari sisi kesejahteraan sosial, persentase penduduk miskin mengalami penurunan dari 3,74 persen pada tahun 2024 menjadi 3,21 persen pada tahun 2025.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat jumlah penduduk miskin turun dari 7.110 jiwa menjadi 6.180 jiwa.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) turut mengalami peningkatan signifikan, dari 82,55 pada tahun 2024 menjadi 83,04 pada tahun 2025.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka menurun dari 7,06 persen menjadi 6,36 persen.
Meski demikian, Wali Kota memberikan perhatian khusus terhadap isu ketenagakerjaan, terutama terkait dinamika di sektor perusahaan besar di Bontang yang saat ini tengah melakukan efisiensi tenaga kerja.
“Ini akan menjadi tantangan kita bersama, bagaimana memastikan potensi pengangguran tidak melonjak,” tegasnya. (*/Niwil)

















