BONTANG – Walikota Bontang, Neni , memaparkan jumlah produksi sampah yang dihasilkan setiap hari di hadapan delegasi Pemerintah Jeju.

“Lebih dari 100 ton sampah setiap hari di Bontang,” ujarnya dalam sambutan, di Rumah Jabatan, Jalan Awang Long, Senin 3 November 2025, malam.
Dalam penjelasanya, masalah sampah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Pemkot.
“Produksi sampah menjadi tantangan besar bagi kami, namun berkomitmen untuk mengelola sampah secara lebih efisien,” katanya.
Dengan begitu kata dia, Pemkot telah mengambil langkah-langkah konkret untuk menangani masalah sampah.
“Kami telah mengimplementasikan sistem pemisahan sampah dan juga melibatkan masyarakat dalam program pengelolaan sampah,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, Bontang telah mendirikan 499 bank sampah di seluruh RT di kota tersebut.
“499 bank sampah yang tersebar di 499 RT dan lima kelompok sadar masyarakat yang turut aktif dalam mengelola sampah di tingkat kelurahan,” tambah Ibu Neni.
Kemudian, Pemkot juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Efisien melalui konsep 3R, berharap dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Neni juga menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan Pemerintah Jeju dapat membantu meningkatkan pengelolaan sampah di Bontang.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, bisa mengatasi masalah sampah,” pungkasnya. (*/Ayb)

















