CUITANKALTIM.COM – Di era serba digital seperti sekarang, bertransaksi keuangan cukup dengan modal ponsel. Semua bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Namun, di balik kemudahan itu, ancaman kejahatan siber kian mengintai. Para penipu online terus mengembangkan modus untuk mencuri data dan menguras rekening korban.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan ada empat modus utama yang kerap digunakan dalam kejahatan digital.
Masyarakat diimbau waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan agar tak terjebak dalam jeratan siber ini.
1. Skimming
Penyadapan Data Lewat ATM
Modus ini menyasar pengguna kartu ATM atau kartu kredit. Pelaku biasanya memasang alat kecil untuk menyalin data kartu saat korban bertransaksi.
Cara mencegahnya
* Hindari ATM di lokasi sepi
* Cek keberadaan benda mencurigakan di sekitar mesin
* Tutupi tangan saat memasukkan PIN
* Rutin ganti PIN dan cek mutasi rekening
* Gunakan kartu berteknologi chip
* Segera blokir kartu jika ada transaksi mencurigakan
2. Phishing: Menggoda Lewat Email dan Telepon.
Phishing dilakukan dengan menyamar sebagai institusi resmi melalui email, telepon, atau pesan teks untuk mencuri informasi pribadi seperti username dan password.
Langkah pencegahan:
* Jangan klik tautan dari pesan mencurigakan
* Periksa keamanan perangkat secara rutin
* Hindari menyimpan informasi login sembarangan
* Pastikan hanya mengakses situs dengan sertifikat SSL
* Pasang aplikasi pelindung phishing
3. Social Engineering: Manipulasi Psikologis Korban
Modus ini memanfaatkan kepanikan dan rasa takut korban untuk mendapatkan informasi pribadi, biasanya lewat pesan yang berisi link APK berbahaya.
Tips menghindarinya:
* Waspadai pesan mencurigakan dengan lampiran file APK
* Jangan asal klik atau instal file dari sumber tak dikenal
* Jika terlanjur, segera matikan koneksi data dan Wi-Fi
* Bersihkan cache, uninstall aplikasi mencurigakan, dan ubah semua password penting
* Lakukan reset perangkat ke mode pabrik jika diperlukan
4. Sniffing:
Penyadapan di Jaringan Internet
Sniffing adalah upaya penyadapan data melalui jaringan publik. Korban biasanya tidak sadar saat data m-banking dan e-wallet mereka diretas.
Upaya pencegahan
* Hindari transaksi keuangan lewat Wi-Fi publik
* Jangan unduh aplikasi dari sumber tidak terpercaya
* Selalu aktifkan notifikasi transaksi dari bank
* Ganti kata sandi secara berkala
* Hubungi call center resmi jika menerima pesan mencurigakan. (*/Wahdi)

















