SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, angkat bicara soal Program Gratispol Pendidikan yang dinilai masih belum berjalan maksimal.
Menurutnya, program besar seperti ini memang belum sepenuhnya mulus di lapangan.
“Kami terbuka dengan semua masukan. Evaluasi terus kami lakukan supaya ke depan makin rapi,” ujarnya usai rapat bersama OPD di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/2/2026).
Tahun lalu, sekitar 32 ribu mahasiswa masuk dalam skema bantuan pendidikan ini. Tapi faktanya, masih ada yang belum kebagian.
Penyebabnya beragam, mulai dari salah paham soal aturan, sampai syarat domisili.
Beasiswa ini memang diprioritaskan untuk putra dan putri Kaltim atau yang sudah tinggal minimal 3 tahun.
Kemudian, mahasiswa program reguler, Bukan kelas eksekutif atau ekstensi
“Bisa jadi ada yang belum lolos karena kurang memahami ketentuannya,” jelasnya.
Pemprov Kaltim, kata dia, tidak akan berhenti memperbaiki sistem. Program ini justru akan diperluas manfaatnya.
Bukan cuma mahasiswa, guru dan dosen juga masuk perhatian.
“Kalau tenaga pendidiknya makin berkualitas, otomatis anak didik kita juga ikut naik level,” tegas Rudy.
Ia menekankan, pelayanan ke masyarakat harus jadi prioritas utama.
“Tahun ini kuota melonjak drastis, dari 32 ribu jadi 159.006 penerima dan aggaran tembus Rp1,37 triliun,” pungkasnya. (*/Red)

















