SANGATTA – Warga Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim), hingga kini masih berkutat dengan persoalan infrastruktur dasar.
Mulai dari akses jalan, air bersih hingga layanan kesehatan dinilai masih belum layak.
Camat Kongbeng, Petrus Ivung, mengatakan persoalan ini setiap tahun selalu menjadi usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan.
Dia menyebut, warga masih mengeluhkan ruas jalan penghubung antar desa yang belum memadai.
Jalan penghubung Desa Suka Maju, Marga Mulia, Sri Pantun, Kongbeng Indah, dan Sidomulyo sebagian besar masih berupa jalan tanah.
Kondisinya semakin buruk saat musim hujan karena berlumpur dan menyulitkan akses warga.
“Sementara ini masih jalan tanah. Masyarakat meminta supaya ada betonisasi,” ujarnya.
Selain itu, akses jalan pertanian juga dinilai perlu mendapat perhatian.
Menurut Petrus, jalan usaha tani memiliki fungsi penting, terutama untuk mengangkut hasil pertanian warga.
“Itu ada di Desa Miau Baru. Panjangnya kurang lebih tiga kilometer,” lanjutnya.
Untuk akses air bersih, masih ada empat desa yang membutuhkan perhatian.
Meskipun telah dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), fasilitas tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Suka Maju, Sidomulyo, Sri Pantun, dan Kongbeng Indah.
Warga berharap jaringan air PDAM bisa menjangkau empat desa tersebut.
“Selama ini masyarakat memanfaatkan air sungai dan sumur bor. Ada SPAM di beberapa wilayah, tapi itu belum bisa membackup semua,” ungkapnya.
Sementara itu, layanan kesehatan juga dinilai belum maksimal.
Petrus menyebut puskesmas yang tersedia saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan.
Lanjut dia, pemerintah sebelumnya berencana membangun Rumah Sakit Tipe D di Desa Miau Baru.
Pemerintah desa disebut telah menyiapkan lahan sekitar dua hektare.
Namun, rencana tersebut tidak terealisasi karena pembangunan rumah sakit dialihkan ke Kecamatan Muara Wahau.
“Legalitasnya dari desa itu sudah ada hibah tanah untuk peruntukan rumah sakit tersebut,” tuturnya.
Ia berharap berbagai persoalan yang telah diusulkan melalui Musrenbang kecamatan dapat segera direalisasikan. (*/Arya)

















