BONTANG – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bontang, Usman, mengungkapkan salah satu penyebab utama kerusakan jalan lingkungan di kawasan permukiman ialah kendaraan dengan muatan berlebih.
Menurutnya, setiap jalan lingkungan memiliki spesifikasi tonase tertentu yang telah disesuaikan dengan peruntukannya.
Namun di lapangan, masih ditemukan kendaraan dengan beban melebihi kapasitas melintasi jalan permukiman sehingga mempercepat kerusakan jalan.
“Kalau kapasitas jalan lingkungan hanya sekian ton lalu dipaksa dilalui kendaraan yang melebihi batas, tentu jalan akan lebih cepat rusak,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Dia mengibaratkan kondisi tersebut seperti seseorang yang hanya mampu memikul beban 50 kilogram tetapi dipaksa membawa dua kali lipat dari kemampuannya.
Selain faktor tonase, kerusakan jalan juga dipengaruhi usia penggunaan jalan serta tingginya intensitas aktivitas kendaraan masyarakat setiap hari.
Usman mengatakan kerusakan jalan sebenarnya merupakan hal yang wajar karena jalan lingkungan digunakan secara rutin oleh masyarakat.
Meski demikian, penggunaan kendaraan bertonase besar di jalan permukiman dinilai memperparah kondisi kerusakan.
“Kalau ingin jalan lingkungan bertahan lebih lama, maka penggunaannya juga harus disesuaikan dengan kapasitas jalan yang ada,” pungkasnya. (*/Niwil)

















