KUTIM – Bendahara Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia Kutai Timur, Syamsul Arief, mengajak generasi muda menjadikan Ramadhan sebagai momentum penguatan spiritual, keilmuan, dan kepedulian sosial, sekaligus menumbuhkan kembali semangat juang pemuda.
Dia menegaskan, Ramadhan harus dimaknai lebih dari sekadar ibadah ritual, tetapi juga sebagai proses pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial.
“Ramadhan adalah madrasah karakter. Puasa melatih disiplin, pengendalian diri, dan empati. Nilai ini yang harus diterjemahkan pemuda menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.
Syamsul Arief juga menyinggung keterkaitan Ramadhan dengan spirit perjuangan bangsa Indonesia menjelang kemerdekaan, yang menurutnya relevan menjadi inspirasi gerakan pemuda masa kini.
“Semangat keberanian dan pengorbanan para pendiri bangsa harus hidup kembali di bulan Ramadhan. Pemuda harus tampil jujur, peduli, dan berani mengambil peran sosial,” tambahnya. (*/Arya)

















