CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Penguatan budaya literasi menjadi modal utama SDN 008 Bontang Utara dalam membidik kenaikan akreditasi perpustakaan dari B menjadi A.
Sekolah menilai peningkatan akreditasi bukan semata persoalan administratif, tetapi cerminan kualitas ekosistem literasi yang dibangun secara konsisten.
Perpustakaan Arunika Pustaka yang telah berakreditasi B sejak 2021 kini memasuki tahap penilaian baru.
Sejak tahun lalu, sekolah mulai memperkuat berbagai indikator yang menjadi bagian penting dalam proses akreditasi nasional.
Tidak hanya fokus pada pembenahan koleksi dan sarana, perhatian juga diarahkan pada peningkatan budaya membaca siswa, inovasi layanan, hingga kreativitas program perpustakaan.
Aspek-aspek tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam penilaian akreditasi terbaru.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menyebut optimisme menuju akreditasi A tumbuh seiring penguatan budaya literasi yang terus dijalankan sekolah.
Menurutnya, capaian akreditasi harus sejalan dengan kualitas praktik literasi yang hidup di sekolah.
“Kami berharap hasil akreditasi nanti bisa meningkat menjadi A, karena ini juga soal komitmen membangun budaya literasi,” katanya, Sabtu (18/4/2026).
Untuk mendukung target tersebut, sekolah aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pendampingan, termasuk Training Optimasi Pengisian Borang Akreditasi.
“Penguatan sumber daya manusia juga dilakukan agar pengelolaan perpustakaan semakin profesional,” tuturnya.
Dengan dukungan anggaran rutin dari dana BOSNAS dan hasil visitasi yang kini masih ditunggu, sekolah berharap seluruh upaya yang telah dijalankan dapat membawa Arunika Pustaka meraih peringkat tertinggi dalam akreditasi nasional. (MH/ADV)

















