CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Transparansi menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan SPMB jenjang SMP 2026 di Bontang.
Selain menerapkan dua model pendaftaran, Disdikbud juga membuka akses jurnal SPMB online yang dapat dipantau masyarakat kapan saja.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Nuryadi Bachtiar, mengatakan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam sistem penerimaan, agar masyarakat dapat memonitor perkembangan proses seleksi secara langsung.
Melalui sistem yang disiapkan, calon murid dapat memilih mendaftar melalui dua model. Model A dilakukan langsung di sekolah, dimulai dari pengisian formulir hingga input data oleh operator.
Sementara Model B memungkinkan peserta mendaftar mandiri secara online, lalu melanjutkan proses verifikasi dokumen di sekolah tujuan.
Kedua model itu, kata dia, terhubung dalam sistem yang sama sehingga tetap berada dalam pengawasan dan standar prosedur yang seragam.
“Selain pendaftaran dibuat fleksibel, masyarakat juga bisa memantau jurnal SPMB online agar proses seleksi berjalan terbuka,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Bagi peserta dari luar kota dan lulusan tahun sebelumnya, pendaftaran tetap harus dilakukan langsung ke sekolah sesuai jadwal panitia.
Untuk jalur prestasi, peserta diberi hak memilih tiga sekolah, sementara jalur domisili mengacu pada satu sekolah sesuai wilayah tempat tinggal.
“Dengan kombinasi sistem digital, verifikasi langsung, dan keterbukaan jurnal online menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik dalam pelaksanaan SPMB,” ucapnya.
Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap seluruh tahapan penerimaan murid baru di jenjang SMP berjalan lebih transparan, mudah diakses, dan dapat dipantau bersama oleh masyarakat. (MH/ADV)

















