SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, tidak terlihat berada di kantor saat ribuan massa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kaltim pada Selasa, 21 April 2026.
Para demonstran akhirnya diterima oleh Wakil Ketua DPRD bersama sejumlah Ketua Fraksi yang hadir mewakili lembaga.
Di saat yang sama, melalui unggahan di media sosialnya, Hasanuddin menjelaskan bahwa dirinya tengah mengikuti rangkaian penutupan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan para Ketua DPRD dari seluruh Indonesia dengan Presiden serta pimpinan lembaga tinggi negara.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi momen penutupan yang penuh makna. Bersama seluruh Ketua DPRD se-Indonesia, kami mengakhiri rangkaian KPPD 2026,” ujarnya.
Dia menyampaikan forum tersebut menghasilkan banyak poin penting yang dinilai relevan untuk diterapkan di daerah, mulai dari pengelolaan keuangan yang lebih transparan, penguatan ketahanan wilayah, hingga optimalisasi peran APBD sebagai instrumen pembangunan yang selaras dengan visi nasional.
“Banyak hal yang kami bawa pulang bukan sekadar catatan, tapi arah yang lebih jelas. Dari tata kelola keuangan yang bersih hingga bagaimana APBD bisa menjadi alat nyata untuk mewujudkan visi nasional,” jelasnya.
Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda nasional, sehingga diperlukan komitmen serius dari seluruh pemangku kebijakan untuk menjalankan peran tersebut secara maksimal.
“Perjalanan ini bukan akhir, justru titik awal untuk kerja yang lebih konkret bagi masyarakat Kaltim dan Indonesia,” tutupnya. (*/Red)

















