SAMARINDA – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur jalan untuk rakyat.
Di tahun pertama kepemimpinannya, peningkatan jalan sudah terlihat. Dari 771,83 km atau 82,21 persen pada 2024, naik menjadi 805,81 km atau 85,83 persen pada 2025.
Sesuai ketentuan, pembangunan menggunakan APBD Kaltim hanya untuk jalan provinsi, bukan jalan nasional maupun kabupaten/kota.
Namun untuk jalan berstatus kabupaten yang sangat dibutuhkan masyarakat, Pemprov tetap melakukan koordinasi. Salah satunya jalur Bongan – Gerunggung di Kutai Barat.
Pemprov Kaltim menyiapkan Rp101 miliar untuk membangun jalan sepanjang 22 km di jalur tersebut.
Pembangunan ini diharapkan membuka akses bagi warga empat kampung: Deraya, Tanjung Soke, Lemper, dan Gerunggung, agar tidak lagi terisolasi.
Perhatian juga diberikan pada wilayah perbatasan di Mahakam Ulu.
Pada 2025, Pemprov mulai membangun jalan Long Bagun – Long Boh (batas Kaltara) dengan pekerjaan timbunan berbutir sepanjang 2 km, senilai Rp28,3 miliar.
Di tahun yang sama, pembangunan jalan Ujoh Bilang – Long Bagun – Long Pahangai juga dilakukan. Nilai anggaran Rp21,6 miliar dengan panjang pekerjaan 3 km.
Pemprov juga membangun jalan Tering – Ujoh Bilang sepanjang 18,7 km dengan anggaran Rp207,1 miliar.
Pada 2026, pembangunan ruas Tering – Ujoh Bilang akan dilanjutkan sepanjang 7,5 km dengan tambahan anggaran Rp88,5 miliar.
Selain itu, akan dilakukan penguatan tebing jalan berupa turap, talud, dan bronjong untuk menangani 7 titik longsor. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp18,7 miliar.
“Bagaimanapun kondisi keuangan daerah, kita akan tetap membangun jalan untuk rakyat,” kata Gubernur Rudy Mas’ud belum lama ini.
Menurutnya, prioritas diberikan pada jalan provinsi dan jalan nonstatus di wilayah perbatasan.
“Rakyat di sana juga berhak menikmati jalan yang mantap,” ujarnya.
Gubernur juga menilai jalan yang baik akan memperlancar distribusi logistik.
Dengan akses yang lebih baik, harga barang di daerah diharapkan menjadi lebih murah dan terjangkau.
Untuk jalan nasional yang masih rusak parah, seperti jalur menuju Kutai Barat, Pemprov Kaltim akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar segera dilakukan perbaikan.
Sementara untuk jalan kabupaten yang masih menyulitkan masyarakat, Gubernur Harum juga meminta para bupati memberikan perhatian serius. (*/Red)

















