BALIKPAPAN – Pemprov Kaltim melalui Program Jospol bakal merehabilitasi 1.000 rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2026.
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari target awal 500 unit sebagai bentuk komitmen menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan, program ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat, nyaman, dan bermartabat.
“Kita hadir tidak hanya di tengah masyarakat, tetapi sampai ke pintu-pintu rumah rakyat kita,” ujar Gubernur dikutip dari halaman Pemprov Kaltim, Sabtu 9 Mei 2026.
Setiap unit rumah akan mendapat bantuan renovasi sebesar Rp25 juta yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Nilai bantuan itu bahkan sedikit lebih tinggi dibanding bantuan pusat agar hasil pembangunan lebih optimal bagi masyarakat penerima manfaat.
Selain rehabilitasi RTLH, Program Jospol juga menghadirkan bantuan gratis DP rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan sebanyak 2.000 unit.
Pemprov Kaltim menyiapkan dukungan Rp10 juta untuk membantu biaya administrasi kepemilikan rumah.
“Kami ingin masyarakat memiliki akses rumah layak dengan lebih mudah dan terjangkau,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Pemprov Kaltim juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PKP atas peningkatan bantuan rehabilitasi RTLH di Kaltim menjadi 3.000 unit pada 2026.
“Terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat bagi masyarakat Kaltim,” tutupnya. (*/Red)

















