SAMARINDA – Program beasiswa Gratispol Pendidikan dari Pemprov Kaltim mulai dirasakan ribuan mahasiswa.
Hingga akhir Februari 2026, bantuan itu sudah diterima puluhan ribu penerima di berbagai kampus.
Data Pemprov Kaltim mencatat, sebanyak 47.717 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) telah mendapatkan bantuan tersebut.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengaku senang program itu mulai dirasakan mahasiswa.
“Alhamdulillah, sebagian mahasiswa sudah menikmati bantuan pendidikan Gratispol,” katanya belum lama ini.
Gubernur yang akrab disapa Harum itu mengatakan, respon masyarakat sangat positif. Bahkan saat dirinya berkunjung ke Balikpapan, ucapan terima kasih langsung disampaikan kepada pemerintah.
“Saya kemarin ke Pondok Pesantren Hidayatullah di Balikpapan. Mereka sangat berterima kasih karena sudah merasakan program ini,” ujarnya.
Pemprov Kaltim menargetkan penerima beasiswa Gratispol pada 2026 mencapai 158.981 mahasiswa.
Untuk mendukung program itu, disiapkan anggaran sekitar Rp1,377 triliun.
Harum sapaanya berharap seluruh proses penyaluran berjalan lancar.
“Harapannya semua mahasiswa yang memenuhi syarat bisa menerima bantuan ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Kaltim Dasmiah menjelaskan penyaluran sudah dilakukan dalam beberapa tahap.
Pada tahap pertama, bantuan diberikan kepada 32.768 mahasiswa. Terdiri dari 18.296 mahasiswa PTN dan 14.472 mahasiswa PTS.
Dari jumlah itu, mahasiswa baru tahun 2025 menjadi penerima terbesar.
“Mahasiswa baru PTN ada 11.356 orang. Sementara mahasiswa baru PTS sebanyak 9.342 orang,” jelas Dasmiah.
Total mahasiswa baru penerima bantuan mencapai 20.698 orang.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada mahasiswa semester atas.
Jumlahnya 12.070 mahasiswa, terdiri dari 6.940 mahasiswa PTN dan 5.130 mahasiswa PTS.
Kemudian pada penyaluran tahap kedua, bantuan kembali diberikan kepada ribuan mahasiswa.
Rinciannya 8.190 mahasiswa PTN dan 6.759 mahasiswa PTS. Tak hanya untuk mahasiswa, Pemprov Kaltim juga menyiapkan bantuan bagi tenaga pendidik.
Pada Maret 2026, pemerintah daerah akan menyalurkan insentif guru non-ASN untuk jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP.
Insentif itu akan dibayarkan untuk tiga bulan pertama, yakni Januari hingga Maret.
“Tahun lalu bantuan ini diberikan kepada sekitar 23.007 guru non-ASN,” kata Dasmiah.
Besaran insentif yang diterima guru non-ASN sebesar Rp500 ribu per bulan. (*/Red)

















