KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan kondisi pertanian masyarakat tetap aman di tengah ancaman fenomena El Nino 2026.
Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa El Nino 2026 tidak memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, khususnya di wilayah Kutim.
“Alhamdulillah, kondisi El Nino 2026 tidak berdampak parah di wilayah kita. Ini menjadi kabar baik bagi para petani agar tetap percaya diri untuk menanam, khususnya padi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Dia menilai kondisi iklim di Kutim masih relatif normal, sehingga petani diminta untuk tidak menunda musim tanam.
“Tidak ada alasan untuk menunda musim tanam. Justru ini momentum bagi petani kita untuk meningkatkan produksi,” tegasnya.
Mahyunadi juga menjelaskan bahwa Kutim masih aman dari ancaman kekeringan yang berpotensi terjadi di sejumlah daerah lain.
Kondisi ini memberikan peluang besar bagi daerah untuk menjaga, bahkan meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga memastikan dukungan terhadap sektor pertanian masyarakat, terutama melalui pembangunan dan optimalisasi jaringan irigasi.
“Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan produksi, terutama saat menghadapi perubahan pola cuaca akibat El Nino. Karena itu, irigasi menjadi prioritas kita,” jelasnya.
Selain itu, ketersediaan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida juga dipastikan dalam kondisi aman untuk menjawab kekhawatiran petani.
“Pupuk dan pestisida aman. Petani tidak perlu khawatir, semua akan disiapkan untuk mendukung musim tanam,” ujarnya.
Mahyunadi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas lahan.
Ia menilai sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim global.
“Kami berharap petani tetap semangat. Ini kesempatan bagi kita untuk meningkatkan produksi dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tutupnya. (*/Arya)

















