CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SDN 001 Bontang Utara mulai mengintensifkan pembinaan atlet pelajar sebagai bagian dari persiapan menghadapi O2SN 2026 cabang Kids’ Athletics.
Pembinaan ini dilakukan sejak dini dengan harapan mampu mencetak siswa yang siap bersaing di tingkat kota.
Guru PJOK, Resky Awaliyah, menjelaskan bahwa program latihan baru dimulai setelah masa libur sekolah. Ia menilai kehadiran siswa di hari pertama menjadi indikator positif dalam proses pembinaan.
“Ini latihan perdana setelah libur. Saya lihat anak-anak cukup antusias, mereka datang dan langsung mengikuti arahan,” ujarnya, Jumaat (24/4/2026) sore.
Dalam latihan tersebut, siswa diberikan materi dasar atletik yang cukup lengkap. Mulai dari lari sprint untuk kecepatan, lari zig-zag untuk kelincahan, hingga lompat rintangan untuk melatih kekuatan kaki dan koordinasi. Selain itu, latihan roll depan juga dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.
Seluruh latihan dirancang secara bertahap agar siswa dapat memahami setiap teknik dengan baik. Mereka diminta mengulang gerakan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“Kita latih dari dasar dulu, supaya mereka paham tekniknya, bukan hanya cepat saja,” kata dia.
Menurutnya, materi yang diberikan merupakan bagian dari nomor “formula 1” dalam Kids’ Athletics yang menggabungkan beberapa keterampilan dalam satu lintasan.
“Ini rangkaian, jadi anak-anak harus bisa lari, lompat, dan mengatur ritme dalam satu jalur,” jelasnya.
Dua siswa yang dipersiapkan untuk mengikuti ajang ini adalah Muhammad Imam Fajar Hambali kelas 5C dan Alisa Nur Raisabila kelas 4A. Keduanya dinilai memiliki kemampuan dasar yang cukup baik.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pembinaan masih harus terus dilakukan, terutama pada aspek teknik.
“Kecepatan mereka sudah ada, tapi pernapasan dan teknik lompat masih perlu dilatih lagi supaya lebih maksimal,” ujarnya.
Dari hasil latihan awal, sprint pendek mencatat waktu sekitar 10–11 detik, sementara lintasan kombinasi berada di angka 20 detik.
“Itu masih tahap awal, nanti kita lihat perkembangannya setelah beberapa kali latihan,” terangnya.
Selain atletik, sekolah juga melakukan pembinaan pada cabang lain seperti pencak silat dan bulu tangkis sebagai bagian dari kesiapan menghadapi O2SN secara menyeluruh. (MH/ADV)

















