CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengarahkan pelaksanaan Bontang City Carnival (BCC) 2026 tetap berlangsung pada Oktober mendatang, beriringan dengan peringatan hari jadi Kota Bontang.
Agenda ini dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum yang memiliki nilai historis sekaligus ruang kebersamaan masyarakat dengan pemerintah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pihaknya menginginkan jadwal pelaksanaan BCC tidak bergeser jauh dari momentum ulang tahun kota.
Namun demikian, keputusan final tetap menunggu penyesuaian dengan agenda Pemerintah Kota Bontang, termasuk mempertimbangkan jadwal wali kota dan wakil wali kota.
“Harapannya tentu tetap di Oktober, karena itu melekat dengan hari jadi Bontang. Kalau pun ada pergeseran, semoga tidak terlalu jauh. Tapi kita tetap menyesuaikan dengan agenda pimpinan daerah,” ujarnya, Jumaat (24/4/2026) di Auditorium 3 Dimensi.
Menurut dia, keberadaan kepala daerah dalam agenda BCC menjadi unsur penting karena memberi makna lebih dalam pelaksanaan kegiatan.
Selain menjadi panggung budaya, BCC juga dipandang sebagai ruang interaksi antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kalau pimpinan hadir langsung di tengah masyarakat, itu memberi semangat tersendiri. Nilainya bukan hanya seremoni, tetapi ada kedekatan yang terbangun,” katanya.
Ia juga menegaskan evaluasi teknis tahun lalu menjadi catatan serius, terutama terkait pelaksanaan malam hari yang sempat molor akibat menunggu tamu penting serta kendala cuaca.
Hal itu, menurutnya, akan menjadi dasar penyempurnaan konsep penyelenggaraan tahun ini.
Soal kemungkinan pelaksanaan siang atau malam, kata dia, masih dibahas panitia. Namun prinsipnya, Disdikbud ingin memastikan penyelenggaraan tahun ini lebih tertib, efektif, dan minim kendala.
“Panitia nanti yang memutuskan format terbaik. Yang jelas, evaluasi sudah kita lakukan agar pelaksanaan lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Abdu juga menjelaskan keterlambatan pada BCC tahun lalu terjadi karena panitia menunggu kedatangan Gubernur Kalimantan Timur, sementara unsur pemerintah daerah sebenarnya telah hadir lebih awal.
Kondisi itu, katanya, menjadi pelajaran agar pengaturan waktu pembukaan lebih presisi.
Evaluasi lain yang disiapkan mencakup antisipasi cuaca, kesiapan teknis peserta, hingga pola koordinasi lintas panitia agar rangkaian kegiatan berjalan sesuai jadwal dan tidak mengurangi kenyamanan masyarakat.
Selama ini BCC dikenal sebagai agenda tahunan yang menjadi identitas perayaan Bontang, dengan parade budaya, kreativitas seni, serta keterlibatan pelajar, komunitas, dan instansi.
Tahun ini, BCC diharapkan kembali hadir sebagai perayaan yang meriah namun lebih matang dalam penyelenggaraan. (MH/ADV)

















