BONTANG – Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan videotron sebagai media penyampaian informasi publik dan komersial, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) berencana melakukan pendekatan langsung atau jemput bola ke sejumlah perusahaan, terutama yang berada di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) beserta anak perusahaannya.
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk mensosialisasikan kembali bahwa fasilitas videotron yang telah terpasang juga dapat disewakan kepada pihak eksternal, termasuk perusahaan-perusahaan yang ingin menyampaikan informasi atau kegiatan mereka kepada masyarakat luas.
Ia menilai masih terdapat kemungkinan sebagian perusahaan belum mengetahui secara menyeluruh terkait mekanisme penyewaan videotron tersebut, meskipun informasi tarif sebenarnya sudah tersedia dan dipublikasikan melalui media sosial resmi.
“Kami akan mendatangi langsung perusahaan-perusahaan, terutama PKT dan anak perusahaannya, untuk menyampaikan bahwa videotron ini bisa dimanfaatkan sebagai media informasi. Mungkin selama ini ada yang belum mengetahui atau belum membaca informasi tarif yang sudah kami tampilkan di media sosial,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Lebih lanjut, ia memgungkapkan salah satu pertimbangan sosialisasi ini adalah masih adanya ketidaktahuan dari pihak perusahaan mengenai potensi penggunaan videotron sebagai media publikasi. Padahal, fasilitas tersebut telah ditawarkan dengan tarif yang cukup terjangkau.
Terkait tarif, disampaikan bahwa biaya penggunaan videotron berada di kisaran Rp250.000 per tayang untuk durasi lima hari. Namun, durasi penayangan juga bersifat fleksibel.
“Kalau untuk harga, kami rasa sudah cukup sesuai, sekitar Rp250.000 per tayang untuk lima hari. Kalau mau lebih dari itu juga bisa, hanya saja penyesuaian biaya akan mengikuti durasi penayangan,” tambahnya.
Aspiannur berharap dengan pendekatan langsung ini, pemanfaatan videotron dapat lebih optimal dan menjadi salah satu sarana komunikasi efektif antara perusahaan dan masyarakat, khususnya dalam menyebarluaskan informasi kegiatan perusahaan-perusahaan di kawasan industri PKT.
“Dengan strategi jemput bola ini, diharapkan tingkat keterisian konten pada videotron dapat meningkat sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pihak,” tandasnya. (*/LA/ADV)

















