BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memaparkan sejumlah strategi Pemkot dalam menekan angka pengangguran.
Paparan itu saat menjadi narasumber dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (05/05/2026).
Kehadiran Neni sebagai pembicara dalam forum nasional tersebut merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026.
Dalam kesempatan itu, ia menjawab pertanyaan dari Bupati Tabalong terkait penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2018 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja.
Neni menjelaskan, Pemkot Bontang terus membangun koordinasi dengan perusahaan, khususnya dalam pengawasan tenaga kerja.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui aplikasi “Teman Naker” yang mewajibkan perusahaan melaporkan kondisi ketenagakerjaan secara berkala.
“Semua perusahaan harus terdata dalam aplikasi dan menyampaikan laporan jumlah tenaga kerja di masing-masing perusahaan,” ujarnya.
Dari sistem tersebut, pemerintah memperoleh gambaran penyerapan tenaga kerja di seluruh perusahaan di Bontang yang mencapai ribuan orang.
Ia menegaskan, dalam Perda tersebut perusahaan diwajibkan mempekerjakan minimal 75 persen tenaga kerja lokal.
Ketentuan ini bersifat wajib, namun tetap memberi ruang bagi perusahaan jika kebutuhan kompetensi belum terpenuhi.
“Kuota 75 persen tenaga kerja lokal itu wajib. Kalau belum memenuhi kualifikasi, perusahaan harus melaporkan dan bisa merekrut dari luar,” jelasnya.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkot Bontang juga menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pendidikan yang relevan.
“Kami sudah menyiapkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Bontang,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program bantuan permodalan tanpa bunga bagi masyarakat yang belum bekerja sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru.
Tak hanya itu, Pemkot Bontang rutin menggelar job fair dan membuka peluang magang bagi lulusan baru agar memiliki pengalaman kerja.
“Melalui program magang ini, kami ingin anak-anak muda punya pengalaman sebagai bekal masuk dunia kerja,” tandasnya. (*/Niwil)

















