BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan peningkatan investasi sebesar 8 persen pada tahun 2026 dibandingkan realisasi tahun 2025.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan, peningkatan target ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Target investasi Kota Bontang pada 2026 meningkat menjadi sekitar Rp3,3 triliun, atau naik 11,24 persen dari realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp3 triliun,” ujarnya, saat ditemui, Rabu 6 Mei 2026.
Dia menjelaskan, target tersebut ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPMPTSP Kaltim.
Pada triwulan pertama tahun 2026, capaian investasi yang dilaporkan melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) telah mencapai 23,95 persen dari target Rencana Strategis (Renstra) provinsi sebesar 23,25 persen.
“Pada triwulan pertama ini, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp796 miliar. Meski masih cukup jauh dari target tahunan, kami tetap optimistis dapat mencapainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa capaian tersebut terdiri dari dua jenis penanaman modal, yakni Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Saat ini, kontribusi terbesar berasal dari PMDN yang mencapai 88,77 persen, sementara PMA menyumbang sebesar 11,23 persen.
Aspiannur menegaskan, pemerintah tetap optimistis target tersebut dapat tercapai dengan berbagai strategi yang dijalankan, sekaligus tetap memperhatikan kondisi sosial masyarakat.
“Kami tidak hanya mengejar angka, tetapi juga memastikan investasi yang masuk berkualitas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Ar)

















