BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat bahwa investasi di Kota Bontang masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Realisasi investasi pada triwulan pertama mencapai Rp796.779.371.104, yang berasal dari dua sumber, yakni PMDN dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspianur, menyampaikan bahwa sebesar Rp707.316.056.895 atau 88,77 persen berasal dari PMDN, yang juga mampu menyerap 920 tenaga kerja Indonesia (TKI).
“Saat ini investasi terbesar di Kota Bontang berasal dari penanaman modal dalam negeri yang memberikan kontribusi signifikan pada periode triwulan pertama,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, kontribusi PMDN tersebut berasal dari berbagai sektor. Sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp543.211.915.364 atau 76,80 persen.
Posisi kedua ditempati sektor konstruksi yang menyumbang Rp49.213.000.000 atau 6,96 persen. Disusul sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp48.566.525.850 atau 6,87 persen.
Sementara itu, sektor industri logam dasar dan barang logam bukan mesin menyumbang Rp28.667.678.806 atau 4,05 persen, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp19.401.908.127 atau 2,74 persen.
Secara keseluruhan, kontribusi dari sektor-sektor tersebut mencapai Rp707.316.056.895, yang menegaskan dominasi PMDN dalam realisasi investasi triwulan pertama di Kota Bontang.
Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sebesar Rp89.463.314.209 atau 11,23 persen.
Hampir seluruhnya berasal dari sektor industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi sebesar Rp89.458.314.209 atau 99,99 persen, yang berasal dari PT Kaltim Methanol Industri perusahaan asal Jepang.
Sedangkan sektor hotel dan restoran hanya menyumbang Rp5.000.000 atau 0,01 persen, berasal dari PT Anca Boga Pramita perusahaan dari Hong Kong dan RRT.
Muhammad Aspianur menegaskan, PMDN masih menjadi kontributor utama investasi di Kota Bontang.
Namun, ke depan pihaknya akan terus mengoptimalkan investasi dari berbagai sektor guna mencapai target yang telah ditetapkan.
“DPMPTSP Kalimantan Timur menetapkan target investasi Kota Bontang tahun 2026 meningkat sebesar 11,24 persen. Kami akan berupaya maksimal untuk mencapai target tersebut,” pungkasnya. (*/Ar)

















