CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Upaya meningkatkan budaya literasi terus dilakukan SDN 011 Bontang Selatan melalui berbagai program kreatif yang melibatkan siswa secara langsung.
Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian di lingkungan sekolah adalah kegiatan “roda buku”, sebuah metode sederhana namun efektif untuk menumbuhkan minat baca anak sejak dini.
Program tersebut menjadi bagian dari penguatan literasi sekolah yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga membangun kebiasaan positif di kalangan siswa.
Melalui kegiatan ini, suasana belajar dibuat lebih menyenangkan sehingga siswa tidak merasa membaca sebagai kewajiban semata, melainkan aktivitas yang menghibur dan penuh rasa ingin tahu.
Koordinator Kesiswaan SDN 011 Bontang Selatan, Maria Ekawati, menjelaskan bahwa roda buku dilakukan dengan cara saling bertukar buku bacaan antar siswa.
Setiap anak membawa buku yang dimiliki, kemudian buku tersebut diputar dan dibaca oleh teman lainnya secara bergantian.
Menurutnya, konsep sederhana itu memberi kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih banyak jenis bacaan tanpa harus membeli buku baru dalam jumlah besar.
Anak-anak dapat membaca cerita yang berbeda setiap pekan, mulai dari dongeng, cerita petualangan, pengetahuan umum, hingga buku bergambar yang menarik perhatian mereka.
“Anak-anak saling bertukar buku, jadi mereka tidak hanya membaca satu jenis bacaan saja,” ujarnya, Kamis 14 Mei 2026.
Ia menilai kegiatan tersebut cukup efektif karena mampu menghadirkan variasi bacaan yang lebih luas di tengah keterbatasan koleksi buku yang dimiliki masing-masing siswa.
Dengan sistem berbagi, buku yang awalnya hanya dibaca satu anak dapat dinikmati oleh banyak siswa lainnya.
Tak hanya meningkatkan minat baca, roda buku juga mempererat interaksi sosial antar siswa di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, anak-anak sering berdiskusi mengenai isi buku yang mereka baca dan saling memberikan rekomendasi bacaan yang dianggap menarik maupun menghibur.
Situasi itu secara tidak langsung melatih keberanian siswa untuk berkomunikasi, menyampaikan pendapat, sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.
Guru pun melihat adanya antusiasme yang lebih besar ketika siswa diminta menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca.
Selain menjadikan siswa lebih aktif, program ini juga mendorong mereka untuk terlibat langsung dalam kegiatan literasi, bukan sekadar menjadi pembaca pasif.
Anak-anak diajak merasakan pengalaman membaca yang lebih dinamis karena selalu menemukan cerita dan pengetahuan baru dari buku teman-temannya.
Sekolah berharap kegiatan roda buku mampu menciptakan lingkungan literasi yang lebih hidup, menyenangkan, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang sederhana namun interaktif, siswa diharapkan semakin terbiasa membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Maria bikang, roda buku kini menjadi salah satu kegiatan favorit siswa karena menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda setiap minggunya.
Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka membawa buku dan menunggu giliran mendapatkan bacaan baru dari teman-temannya. (MH/ADV)

















