CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Rumah adat Kutai di Kelurahan Guntung terus dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyebut fasilitas tersebut memang dibuka sebagai ruang bersama yang dapat digunakan warga dari berbagai kalangan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, Muhammad Arfa, mengatakan pemanfaatan rumah adat selama ini cukup beragam.
Tidak hanya untuk agenda kebudayaan, lokasi tersebut juga kerap dipakai untuk kegiatan komunitas, olahraga, hingga pertemuan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan rumah adat bukan hanya sebagai bangunan simbolik, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Kutai kepada masyarakat secara lebih dekat melalui aktivitas sehari-hari.
Dengan semakin sering digunakan masyarakat, rumah adat dinilai dapat menjadi ruang interaksi yang memperkuat nilai kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
“Silakan digunakan masyarakat selama kegiatan yang dilakukan positif dan tetap menjaga fasilitas yang ada,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Dia menjelaskan, masyarakat yang meminjam lokasi tidak dikenakan biaya sewa. Pengguna hanya diminta bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan serta keamanan bangunan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, kebutuhan listrik selama pemakaian ditanggung masing-masing pengguna karena sistem listrik di lokasi menggunakan voucher prabayar.
Hal tersebut diterapkan agar penggunaan fasilitas tetap tertib dan kebutuhan operasional bangunan dapat terkontrol selama dipakai masyarakat.
Ia berharap rumah adat tersebut semakin ramai dikunjungi masyarakat sehingga fungsi pelestarian budaya tidak hanya berjalan secara formal, tetapi juga hidup di tengah aktivitas warga Kota Bontang.
“Kalau rumah adat terus aktif dipakai masyarakat, tentu nilai budaya yang ada di dalamnya juga akan semakin dikenal dan dijaga bersama. Itu yang kami harapkan ke depannya,” pungkasnya. (MH/ADV)

















