CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SMP Negeri 4 Bontang terus menanamkan nilai toleransi antarumat beragama kepada seluruh peserta didik melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara inklusif.
Sekolah memberikan ruang yang sama bagi seluruh siswa untuk menjalankan kegiatan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Tidak hanya siswa muslim, peserta didik beragama Kristen, Katolik, hingga Hindu juga mendapatkan pendampingan dan pembelajaran agama secara rutin.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen, menyebut keberagaman di lingkungan sekolah menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama.
Karena itu, pihak sekolah berupaya menciptakan suasana harmonis melalui kegiatan-kegiatan keagamaan.
Menurutnya, pada momen Natal dan Paskah tahun lalu, pihak sekolah mengikutsertakan ratusan siswa Kristen dan Katolik dalam kegiatan kunjungan ibadah ke sejumlah gereja di wilayah Kanaan.
“Kami ingin siswa dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai antarumat beragama,” katanya, Jumat (22/5/2026).
Di sisi lain, pembelajaran agama Islam juga terus diperkuat. Menjelang Hari Raya Iduladha, siswa diberikan edukasi mengenai makna kurban dan pentingnya berbagi kepada sesama.
Tak berhenti di situ, siswa beragama Hindu juga tetap memperoleh hak pembelajaran agama meskipun sekolah belum memiliki guru agama Hindu tetap.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, SMPN 4 Bontang menggandeng tenaga pengajar dari luar sekolah.
Materi dan soal pembelajaran disiapkan oleh guru agama Hindu di Kota Bontang agar proses belajar tetap berjalan optimal.
Herry menegaskan bahwa sekolah ingin memastikan seluruh peserta didik merasa dihargai tanpa membedakan latar belakang agama. Ia berharap kebiasaan hidup toleran yang dibangun sejak bangku sekolah dapat terbawa hingga dewasa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” tuturnya. (MH/ADV)

















