BONTANG – SMPN 4 Bontang terus menggencarkan pembinaan karakter siswa melalui kegiatan keagamaan dan program wajib belajar malam.
Upaya tersebut dilakukan untuk membentengi pelajar dari pengaruh negatif pergaulan bebas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Mangara Herry Andersen, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan agama rutin dilakukan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai.
Menurutnya, pendekatan spiritual menjadi salah satu cara efektif membangun kesadaran siswa menjaga perilaku.
“Setiap pagi sebelum belajar selalu ada kegiatan agama. Bagi yang muslim wajib mendengarkan tausiah dan pengajian,” katanya, Jumat (22/5/2026).
Selain pembinaan keagamaan, sekolah juga menerapkan program wajib belajar malam sesuai kebijakan Pemerintah Kota Bontang. Dalam program tersebut, siswa diwajibkan belajar di rumah mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Wita.
“Kita juga menerapkannya sesuai dengan programnya Wali Kota, yaitu anak-anak wajib belajar mulai pukul 19.00 hingga 21.00 Wita,” ujarnya.
Herry mengatakan, pihak sekolah turut melakukan pengawasan bersama Kelurahan dan Satpol PP untuk memastikan siswa tidak berkeliaran saat jam belajar berlangsung. Siswa yang melanggar aturan akan diberikan pembinaan dan sanksi.
Ia menilai, pengawasan dan pembinaan perlu dilakukan secara beriringan agar siswa memiliki kesadaran menjaga diri dari berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan minuman keras.
“Saya selalu bilang dalam agama, tubuh manusia itu harus dijaga. Sedangkan alkohol itu adalah hal yang paling dilarang dan bisa mengakibatkan kerusakan,” tegasnya.
Menurut Herry, komunikasi dengan masyarakat sekitar sekolah juga terus diperkuat agar pengawasan terhadap siswa dapat berjalan maksimal, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (MH/ADV)

















