BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, secara resmi membuka kegiatan Edukasi dan Kampanye Pelajar se-Bontang bertajuk “Bersatu Mencegah dan Menentang Pelecehan dan Hilangnya Rasa Aman: Say No To Sexual Harassment” di Aula , Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang diinisiasi tersebut mengusung tema “Satu Hari Berani Bersuara, Ciptakan Sekolah Bebas Pelecehan Seksual”.
Sebanyak 164 pelajar perwakilan SMP dan SMA sederajat se-Kota Bontang mengikuti agenda tersebut.
Dalam sambutannya, Agus Haris menyampaikan pelecehan seksual adalah ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
“Sekolah harus menjadi tempat yang paling aman, inklusif, nyaman, dan kondusif untuk belajar dan berprestasi, bukan justru memicu rasa takut,” ujarnya
Agus, mengajak seluruh pelajar untuk menanamkan semangat agar semua pelajar berani bersuara.
Menurutnya, siswa tidak boleh diam apabila melihat ataupun mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual.
“Jika melihat atau mengalami tindakan yang menjurus ke pelecehan, jangan diam. Berani berkata tidak, saling melindungi, dan segera laporkan kepada pihak sekolah,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Agus Haris, menyebut Pemkot Bontang tidak hanya mengandalkan predikat Kota Layak Anak.
Melalui dukungan APBD, pemerintah telah memasang CCTV di seluruh sekolah negeri guna meningkatkan pengawasan secara transparan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.
Selain penguatan infrastruktur, pendekatan humanis dalam dunia pendidikan juga menjadi perhatian.
Agus, mengimbau para guru dan tenaga pendidik agar tidak memberikan hukuman kepada siswa di depan umum karena dapat memengaruhi psikologis serta harga diri anak.
“Pendidikan karakter dibangun melalui keteladanan dan empati, bukan intimidasi,” pungkasnya. (*/Niwil)

















