BONTANG – Aksi pencurian buah alpukat kembali meresahkan warga di kawasan Perumahan BTN PKT, Kota Bontang.
Bahkan, dalam satu malam, dugaan pencurian terjadi dua kali di depan sebuah ruko milik warga pada Jumat (5/6/2026) dini hari.
Pemilik pohon alpukat, Estii Ningrum, akhirnya angkat bicara setelah mengaku selama ini memilih diam meski pohon alpukat di depan rukonya kerap menjadi sasaran pencuri setiap musim panen.
Menurut Estii, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Para pelaku diduga memang sudah lama mengincar pohon alpukat miliknya saat buah mulai siap dipanen.
“Ini bukan kejadian semalam dua malam. Memang mereka selalu ngincar setiap mau panen buah alpukat,” ungkapnya dikutip dari Facebook.
Kesal karena aksi pencurian terus berulang, Estii mengaku sengaja membagikan kejadian tersebut ke media sosial dengan harapan memberi efek jera kepada pelaku.
“Selama ini kami diam. Tapi kali ini sengaja mau diviralkan biar ada efek jera,” kesalnya.
Estii menjelaskan, kejadian pertama berlangsung sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, dua orang diduga pelaku kedapatan tengah beraksi mengambil alpukat di pohon depan rukonya.
Menyadari ada aktivitas mencurigakan, ayah Estii langsung mendatangi petugas keamanan (security) perumahan untuk bersama-sama memergoki pelaku.
Salah seorang pelaku bahkan disebut masih berada di atas pohon ketika hendak diamankan. Namun situasi berubah ricuh setelah pelaku mencoba kabur.
“Motor maling sempat ditabrak sama bapak, tapi mereka masih berhasil lolos. Salah satu pelaku juga sempat dikejar adik dan bapak saya, sempat kejar-kejaran tapi akhirnya kabur,” tuturnya.
Belum reda rasa kesal keluarga, aksi serupa kembali terjadi sekitar pukul 04.00 Wita.
Kali ini, ibu Estii yang belum bisa tidur karena memikirkan kejadian pertama merasa ada firasat pelaku akan kembali datang.
Benar saja, dari dalam ruko, ia melihat sebuah motor mencurigakan terparkir di dekat lokasi pohon alpukat.
“Sempat ditanya mama, kamu mau maling alpukat ya? Dia jawab, nggak kok, kalau maling pasti saya lari,” ceritanya.
Namun dugaan pencurian menguat setelah ditemukan satu plastik hitam besar berisi alpukat hasil petikan yang ditinggalkan di atas genteng.
Diduga pelaku tidak sanggup membawa seluruh hasil curian saat situasi mulai ramai.
“Sempat ada adu fisik juga sama bapak dan mama sampai akhirnya mereka kabur ninggalin motor sama alpukat curiannya,” bebernya.
Sementara itu, petugas keamanan BTN PKT, Yoachim Lui, membenarkan adanya peristiwa dugaan pencurian buah alpukat tersebut.
Dia mengatakan seorang pelaku sempat kepergok warga dan security saat mengambil buah alpukat di kawasan perumahan.
“Pelaku kepergok saat mengambil alpukat. Begitu diketahui, dia langsung kabur dan meninggalkan motornya di lokasi,” jelasnya.
Diketahui, saat ini identitas pelaku masih belum diketahui dan motornya masih tertahan. (*/Niwil)
















