SANGATTA – Pemerataan akses listrik di Kutai Timur kembali menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kutim.
Setelah dua desa berhasil menikmati layanan listrik PLN 24 jam sebagai percontohan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menargetkan 13 desa terpencil lainnya akan memperoleh layanan serupa sebelum akhir 2025.
Ardiansyah menyampaikan hal tersebut usai menghadiri agenda resmi pemerintah yang digelar di Gedung DPRD Kutai Timur belum lama ini.
“Kemarin saya telah meresmikan langsung PLN 24 jam di Manubar Dalam dan Manubar Pantai. Selanjutnya sudah ada 13 desa yang dipersiapkan untuk segera menerima pembangunan PLN 24 jam ini,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa listrik yang menyala sepanjang hari merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas ekonomi, kualitas pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah terpencil.
Meski waktu penyelesaian pembangunan cukup terbatas, Ardiansyah tetap optimistis target tersebut dapat tercapai tepat waktu.
“Semoga saja berhasil pembangunannya, karena memang waktunya cukup singkat, hanya tinggal tiga bulan saja,”ungkapnya.
Jika target ini terealisasi, Kutai Timur akan mencatatkan capaian penting dalam pemerataan infrastruktur energi.
Pemerintah berharap hadirnya listrik 24 jam mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di pedalaman.
“Demi kesejahteraan warga pasti kita upayakan,” pungkasnya. (adv)

















