SANGATTA – Menjelang akhir 2025, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadirkan rangkaian kegiatan budaya dan kreativitas untuk pelajar.
Kegiatan ini digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim sebagai upaya memperkuat karakter peserta didik sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyampaikan bahwa ada empat agenda utama yang akan digelar dari November hingga Desember, yaitu Festival Magic Land, Festival Literasi Daerah, Pentas Seni Pelajar, dan Gebyar PAUD Kreatif.
“Setiap kegiatan dirancang bukan sekadar hiburan. Kami ingin menjadikan festival ini sarana belajar, menumbuhkan karakter, dan melestarikan budaya lokal,” ujarnya belum lama ini.
Festival Literasi Daerah menjadi salah satu sorotan utama. Ribuan pelajar SD dan SMP se-Kutim akan terlibat dalam aksi menulis massal yang menargetkan rekor MURI.
Mulyono menegaskan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat membaca dan menulis sejak usia dini.
“Gerakan literasi harus dimulai dari sekolah. Membaca dan menulis adalah pondasi untuk mencetak generasi yang cerdas dan kreatif,” katanya.
Selain literasi, pentas seni pelajar akan menampilkan tarian tradisional, teater rakyat, dan pameran karya kreatif.
Kegiatan akan digilir di berbagai kecamatan agar semua pelajar memiliki kesempatan tampil dan berkarya.
Mulyono menambahkan, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Kecerdasan akademik harus dibarengi dengan kecintaan pada seni dan jati diri budaya.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar di sekolah, tetapi juga memahami dan mencintai budaya daerah mereka,” bebernya.
Dirinya berharap kegiatan itu momentum bagi Kutim untuk merawat identitas budaya sekaligus menumbuhkan kreativitas generasi muda, di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
“Tetap harus identitas budaya dan paling intinya para generasi harua kreaktif,” pungkasnya. (ADV)

















