CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Pengalaman mengikuti program pengembangan kapasitas pendidik di Tiangong University membuka wawasan baru bagi dunia pendidikan nonformal di Kota Bontang.
Pendekatan deep learning yang dipelajari dinilai mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual.
Pamong Belajar SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, mengatakan bahwa metode pembelajaran di Tiongkok menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan materi.
“Peserta didik didorong untuk benar-benar memahami konsep dan mampu mengaitkannya dengan kondisi nyata,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, sistem pembelajaran di sana banyak mengadopsi metode berbasis pengalaman.
Peserta didik tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif terlibat dalam diskusi, praktik lapangan, hingga proyek kolaboratif.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya pikir kritis sekaligus kreativitas peserta didik. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
Pun ia menilai, konsep ini sangat relevan untuk diterapkan di pendidikan nonformal di Indonesia, khususnya di Bontang yang memiliki karakter masyarakat beragam.
Menurutnya, fleksibilitas sistem pendidikan nonformal menjadi keunggulan dalam mengadopsi metode ini.
Berbeda dengan pendidikan formal yang cenderung kaku, pendidikan nonformal lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan peserta didik.
Namun demikian, dirinya bilang, penerapan konsep tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu penyesuaian dengan kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat setempat.
“Tidak semua bisa kita adopsi langsung, tetapi prinsipnya bisa kita sesuaikan agar lebih relevan,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di Bontang. (MH/ADV)

















