Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Dari Cuplikan Gagasan Plato, Untuk Hari Kemenagan Ummat Islam  

Dari Cuplikan Gagasan Plato, Untuk Hari Kemenagan Ummat Islam  

by Redaksi Cuitan Kaltim
Maret 31, 2025
in Opini, Umum
0
Penulis: Al Mudzill Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Jakarta. (Ist)         

Penulis: Al Mudzill Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Jakarta. (Ist)         

Share on Facebook

OPINI – Siapa yang tidak mengenal dengan  Plato, sesepuh Filsuf, Maha guru filasafat barat. Dia merupakan salah satu diantara para filsuf yang menjadi fondasi bagi semua pemikiran filsafat, baik filsafat barat maupun filsafat Islam.

Berbedah dengan sesepuh filsuf lainnya seperti, Socrates dan Aristoteles, Plato sendiri cukup memiliki pengaruh pada kebangkitan ilmuan- ilmuan lainnya.

Plato memiliki murit Bernama Aristoteles, sedangkan Aristoteles punya murid bernama Iskandar Zulkarnaen, sehingga dalam perekembangan warisan ilmunya tercipta Tradisi filsafat Romawi yang dinamakan Helenisme.

Selanjutnya Helenisme inilah yang diwarisi oleh para filsuf Muslim yang cuplikan sejarahnya parah filsuf muslim kemudian menginspirasi barat sehingga melahirkan Renaisans dan modernisasi sampai hari ini.

Pada momentum Idul Fitri ini, pikiran-pikiran plato tentang konsep kemanusian tentu masih cukup relevan, apatahlagi gagasan Plato terkait konsep jiwa manusia.

Seperti dijelaskan dalam bukunya yang berjudul Politeia. Dalam buku yang berbedah di tulis oleh Fakhruddin Faiz yang berjudul Filsafat kebahagiaan, hakikat manusia adalah Jiwanya, sementara badan adalah bagian dari manifestasi dari jiwa. Menurut Plato, badan hanya manifestasi dari jiwa, maka jangan terlau percaya dengan badan. Badan bisa keliru dan menipu, karena hakikat manusia ada pada jiwanya.

Pada umumnya mungkin kita sering merasakan jengkel atau bahkan marah pada seseorang sehingga ekspresi wajah atau tubuh menjadi cemberut atau emosi, menurut Plato itu adalah manifestasi dari jiwa.

Begitu juga Ketika kita merasa sedang bersenang-senang, senyum-senyum itu juga bagian dari manifestasi jiwa yang sedang lagi senang. Kuncinya  adalah ada pada jiwa. jadi, badan hanya sign, atau tanda dari jiwa.

Inilah yang sudah digambarkan Plato dalam bukunya Politeia bahwa jiwa bukan sesuatu, melainkan gerak atau aktivitas.

Menuju Hari raya Islam, ummat Islam sudah beribadah dengan berpuasa, Sholat, tadarusan, berzakat dengan harapan mendapatkan ganjaran yang lebih kepada tuhan, agar supaya selama bulan Ramadhan medapatkan keberkahan, hingga ampunan dari tuhan.

Lebih penting lagi adalah bagaimana selama ramadhan segala dosa yang ada dapat terbakar dan menjadi muslim yang bersih dari dosa untuk menuju  hari kemengan Islam dalam keadaan yang fitri.

Tentu bukan hanya dosa-dosa yang terampuni menjadikan ummat Islam semakin fitri atau suci, tetapi bagaiman jiwa juga ikut suci. Sebagaimana gambaran Plato bahwa hakikat manusia adalah jiwanya.

Dalam Islam, Jiwa juga merupakan bagian dari metafisika yang lebih tinggi dari dimensi fisik. Jiwa dan tubuh saling membutuhkan, tetapi peran jiwa lebih banyak mempengaruhi tubuh.

Di Alqur’an dijelaskan bahwa jiwa disebut juga dengan istilah al-nafsh, al-ruh, al-aqlu, al-qalbu, al-fuad, dan al-lubab, merujuk pada tafsiran Al-qur’an tersebut, bahwa konsep jiwa sangatlah komleks dan mencakup berbagai istilah yang menggambarkan dimensi spiritual, dimensi, intektual dan dimensi emosional manusia.

Dengan demikian, dalam Islam memandang bahwa jiwa manusia sebagai entitas yang kompleks dan dinamis, dengan beragam daya yang saling melengkapi, akal, rasa, kehendak, dan spritualitas.

Setiap istilah menunjukkan dimensi tertentu dari jiwa yang bekerja sama untuk memungkinkan manusia berfikir, merasa, bertindak, dan mendekatkan diri kepada tuhan.

Melangkah ke hari kemenagan Islam adalah sebuah pencapaian yang luar biasa jika betul-betul ramadhan telah membakar dosa, ego dan sifat buruk manusia. Dengan begitu jiwa sudah barang tentu akan menjadi suci.

Jiwa yang suci akan melahirkan ketenangan dan kedamaian, itulah sebabnya mengapa ummat muslim selama Ramadhan diperintahkan untuk suci sebelum hari Idul Fitri.

Lebaran adalah hari kemenangan ummat Islam, karena ummat Islam telah berhasil menyelesaikan salah satu ibadah yang penuh tantangan, yaitu puasa Ramadhan. Kemenagan ini bukan hanya secara fisik, akan tetapi juga secara spiritual atau jiwa, yakni keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu dan menjauhkan diri dari godaan duniawi.

Di Hari kemenagan ummat Islam ini, seyogyanya kita Kembali merefleksi pada esensi kemanusian. Jiwa sebagai entitas yang memiliki potensi keburukan dapat menjadi suci kembali sebagai mana fitra manusia yang sesungguhnya.

Manusia memiliki fitra kesucian sejak lahir lalu kemudian berkembang dengan jiwanya yang terus menerus beraktivitas. Sehingga jiwanya yang sakit akan beraktivitas pada siklus hidup yang buruk.

Olehnya itu, bertepatan di hari kemenagan ini, cuplikan gagasan Plato mengenai Jiwa manusia masih cukup relevan untuk kita pelajari, agar dapat merenungkan kembali esensi kemanusian kita dengan sama-sama mensucikan hati dan fikiran.

Sebab hati dan fikiran yang bersih akan menjadikan jiwa menjadi optimal. Hal itulah yang di sebut dalam Islam adalah Idul Fitrih.

Momen suci untuk saling memaafkan mempererat silaturahmi, dan meneguhkan Kembali komitmen kita sebagai pribadi untuk menjadi lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.

Selamat hari Raya Idul Fitri untuk Ummat Islam, semoga hari ini tepat menjadi momentum terbaik untuk mendapatkan hari kemenagan, hari Kembali ke fitrah dan hari saling memaafkan. (***)

Penulis:  Al Mudzill (Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Jakarta)

Post Views: 79
Tags: FilsufLebaranOpiniPlato
Share15Send

Related Posts

Penulis: Eva Nurazizah (Ketua Kopri PMII Komisariat STAI Sangatta)

Hilangnya Ruh Mahasiswa di Tengah Keakraban dengan AI

by Redaksi Cuitan Kaltim
Desember 13, 2025
0
51

OPINI - Gelar maha yang diberikan kepada siswa yang telah sukses menyelesaikan 12 tahun masa pendidikannya di sekolah dan memperoleh...

Penulis: Arya Gandi

Pahlawan Nasional: Antara Perjuangan atau Permainan Politik

by Redaksi Cuitan Kaltim
November 7, 2025
0
133

CUITAN OPINI - Menuju hari pahlawan nasional, tanggal 10 November 2025, ada kisah menarik yang menjadi diskusi publik hari-hari ini,...

Penulis: Arif Maldini (Kader HmI Kota Bontang)

Paradoks Kebijakan Publik di Kota Bontang : Antara Harapan dan Kenyataan

by Redaksi Cuitan Kaltim
September 8, 2025
0
107

OPINI - Pembangunan Kota Bontang, yang selama ini dikenal dengan pesatnya pertumbuhan infrastruktur dan sektor industri, kini berada di persimpangan...

Next Post
Penulis Beno (Ist)

Menemukan Diri Autentik di Hari Raya Idul Fitri: Refleksi atas Pemikiran Martin Heidegger

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Para penumpang KM Egon beberapa hari lalu

    Jadwal Kapal Pelni dari Bontang Akhir Januari hingga Februari 2026

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kasus Sultan UMKM Bontang Ramai Dibicarakan, Ini Penjelasan Polres

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Bayi Sehari Ditinggal di Rumah Kosong di Kutim, Ini Kata Polisi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Digerebek Malam Hari di Berbas Pantai Bontang, Polisi Temukan Ini dari Pria 38 Tahun

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Cek Jadwal Kapal Pelabuhan Loktuan Bontang Januari 2026

    292 shares
    Share 117 Tweet 73
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

Maret 11, 2025
Konfirensi pers orang tua korban di dampingi kuasa hukum (Ist)

Fakta Kematian Tahanan Lapas, Ini Keterangan Kuasa Hukum Korban

Maret 13, 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

November 8, 2024
MK Tolak Gugatan Kota Bontang soal Dusun Sidrap, Kades Martadinata Imbau Warga Jaga Kondusivitas

MK Tolak Gugatan Kota Bontang soal Dusun Sidrap, Kades Martadinata Imbau Warga Jaga Kondusivitas

September 17, 2025
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
Syafruddin kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur periode 2026 - 2031

Syafruddin Terpilih Kembali Ketua PKB Kaltim, Ini Pesan Singkatnya

Januari 24, 2026
Kondisi rumah usai terbakar di Kukar

Satu Rumah di Kukar Ludes Terbakar, Ini Besaran Kerugiannya

Januari 24, 2026
Bayi ditemukan rumah kosong, Polsek Kaliorang pasang garis polisi

Bayi Sehari Ditinggal di Rumah Kosong di Kutim, Ini Kata Polisi

Januari 23, 2026
Seorang perempuan diduga pengedar narkotika diamankan Satresnarkoba Polres Kutim di Kecamatan Kongbeng bersama barang bukti. (Dok. Polres Kutim)

IRT di Kongbeng Kutim Ditangkap, 79 Gram Narkotika Disita

Januari 23, 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang