BONTANG – Minat baca pelajar di Kota Bontang masih menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Di tengah dominasi penggunaan gawai dan digitalisasi pembelajaran, sekolah tetap didorong untuk menghidupkan budaya membaca melalui perpustakaan serta berbagai program literasi.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Bontang, Ishak Karangan, mengatakan, penguatan literasi dilakukan melalui kolaborasi antara sekolah dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta melalui program-program internal di masing-masing sekolah.
Menurutnya, sekolah diberikan arahan agar siswa tidak hanya terpaku pada penggunaan gawai, tetapi juga memiliki ketertarikan terhadap budaya membaca.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan waktu khusus bagi siswa untuk mengakses perpustakaan sekolah secara rutin.
“Tidak semuanya harus belajar di ruang kelas. Ada sekolah yang memberikan satu jam pelajaran dalam seminggu khusus untuk ke perpustakaan agar anak-anak punya ruang membaca,” ujarnya pada Senin (25/5/2026).
Selain itu, bantuan buku terus disalurkan ke sekolah-sekolah untuk mendukung peningkatan minat baca pelajar.
Program tersebut juga dibarengi dengan berbagai lomba literasi seperti menulis, mengarang, dan kegiatan kreatif lainnya yang diselenggarakan oleh sekolah maupun Dinas Perpustakaan.
Ishak menyebut inovasi literasi di sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, literasi tidak boleh ditinggalkan hanya karena siswa lebih akrab dengan dunia digital.
“Kami selalu mengingatkan pentingnya membaca. Digitalisasi tetap berjalan, tetapi budaya literasi juga harus tetap dijaga,” katanya.
Ishak juga menegaskan bahwa pihaknya terus memprioritaskan sektor pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.
Penguatan literasi, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. (MH/ADV)

















