BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menyiapkan sistem seleksi ketat dalam perekrutan guru pengganti tahun ini.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, mengatakan proses seleksi dilakukan berlapis untuk memastikan kualitas tenaga pendidik.
Tahapan pertama dimulai dari seleksi administrasi. Setelah itu peserta akan mengikuti tes tertulis yang diawasi langsung oleh tim pengawas pendidikan.
Tak berhenti di situ, peserta juga diwajibkan mengikuti micro teaching atau simulasi mengajar di hadapan tim seleksi.
“Guru sekarang harus profesional. Jadi kita lihat bagaimana cara dia mengajar dan menyampaikan materi,” ujarnya pada senin (25/5/2026).
Menurut Ishak, sistem tersebut berbeda dengan pola perekrutan sebelumnya yang banyak dilakukan langsung oleh sekolah masing-masing.
Kata dia seluruh proses dipusatkan agar lebih transparan dan terukur. Disdik juga membentuk Surat Keputusan (SK) tim seleksi khusus pengadaan guru pengganti.
Ia menilai proses berlapis itu penting agar kualitas guru honorer tidak kalah dengan ASN maupun PPPK.
“Bisa saja nanti yang lolos ini kualitasnya lebih baik karena tesnya juga banyak tahap,” pungkasnya. (MH/ADV)

















