BONTANG – Krisis tenaga pendidik masih menjadi pekerjaan rumah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang.
Saat ini, Disdikbud mencatat kebutuhan guru pengganti mencapai 65 orang dan Jumlahnya cukup besar.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Bontang, Ishak Karangan mengatakan, kekurangan guru paling banyak terjadi di tingkat SD negeri.
Kebutuhan tenaga pendidik tersebar di berbagai mata pelajaran dan tidak hanya terfokus pada satu bidang tertentu.
“SD negeri paling terdampak,” ungkapnya.
Menurut Ishak, dalam dua tahun terakhir jumlah guru terus menyusut akibat pensiun, mutasi, hingga ada yang meninggal dunia.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga pengajar belum sepenuhnya terpenuhi.
“Yang paling mendominasi kebutuhan itu memang SD negeri. Karena banyak guru yang pensiun dan belum tergantikan,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Selain kebutuhan guru baru, saat ini terdapat sekitar 58 tenaga honor sekolah yang ikut membantu proses belajar mengajar. Mereka digaji menggunakan dana operasional sekolah.
Namun, Ishak menegaskan status tenaga honor tidak otomatis menjamin mereka akan diangkat menjadi ASN ketika pembukaan formasi dilakukan.
Seluruh calon guru tetap wajib mengikuti proses seleksi dan tes sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tetap harus ikut seleksi,” katanya.
Disdik juga memprioritaskan guru yang telah memiliki sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Hingga kini, pemetaan kebutuhan guru terus dilakukan agar kekosongan tenaga pendidik di sekolah negeri tidak semakin melebar.
“Pasti Pemetaan terus berjalan,” pungkasnya. (MH/ADV)

















