KUTIM – Demi menciptakan 50 ribu tenaga kerja mandiri Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus melakukan inovasi dengan membuat berbagai pelatihan dan pemberdayaan.
Dalam sambutannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyampaikan pemerintah tengah mendorong penyerapan tenaga kerja untuk di buka, guna mewujudkan ekonomi mandiri bagi masyarakat.
“Jangan hanya membuka peluang kerja sebagai buruh. Kami ingin masyarakat punya keterampilan untuk mandiri, bahkan membuka lapangan kerja sendiri,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I Tahun 2026 yang di gelar oleh UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Mandiri, demi memperkuat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
Dia menegaskan BLKI memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi tenaga kerja, BLKI telah dirancang dari tahun 2022 untuk menjawab kebutuhan industri.
“Kami mau minta laporan capaian program BLKI ini, agar kita semua tau progres yang penciptaan tenaga kerja,” katanya.
Ardiansyah juga menekankan pencatatan tenaga kerja dilakukan yang tidak terbatas pada sektor formal tapi juga informal.
Di samping itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Trisno menyebut target pembangunan ketenagakerjaan mencapai 50 ribu tenaga kerja hingga tahun 2029.
“Ini bukan target satu tahun. Kami bangun sistemnya dulu. Diprogramkan secara bertahap untuk bisa tercapai 50 ribu tenaga kerja itu,” katanya.
Untuk mewujudkan itu, dinasnya menyiapkan big data yang terintegrasi.
Sehingga, fungsi pembangunan tenaga kerja sebagai katalog tenaga kerja. Serta dapat pengembangan objek strategis berbasis karya dalam membuka peluang kerja baru di berbagai sektor.
“Kamu siapkan pelatihannya difasilitasi pemerintah. Sementara pembiayaan bisa didukung oleh perusahaan. Outputnya langsung bisa terserap nantinya,” tutupnya (*/Arya)

















