BONTANG – Partai Gerindra menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) kader sebagai langkah awal dalam menata strategi menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Ketua DPC Gerindra Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma perjuangan partai.
Menurutnya, diklat kali ini lebih difokuskan pada pembekalan kader secara menyeluruh.
Dia menekankan, kemenangan pemilu ke depan tidak bisa hanya mengandalkan figur calon legislatif (caleg) semata.
“Selama ini kita cenderung menyerahkan sepenuhnya perjuangan kepada caleg. Sekarang saya ingin mengawinkan gerakan struktur partai dengan gerakan caleg,” ujarnya saat ditemui wartawan, Minggu (19/4), di Hotel Grand Mutiara.
Selain itu, Agus juga menyampaikan bahwa DPC Gerindra Bontang telah menetapkan peta jalan yang terukur untuk mencapai target maksimal pada Pemilu 2029.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya mempertaruhkan posisinya demi mencapai target lima kursi di legislatif.
“Saya pertaruhkan diri saya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, minimnya keterwakilan perempuan di kursi legislatif Bontang turut menjadi sorotan.
Menurutnya, kehadiran perempuan dalam politik tidak boleh sekadar memenuhi kuota 30 persen.
“Politik kita gagal jika perempuan hanya dijadikan pemenuhan kuota sebagai pemanis. Kita ingin perempuan menjadi pemain terbaik dan bisa diunggulkan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kriteria calon legislatif tidak hanya dilihat dari popularitas, tetapi juga ketokohan serta pemahaman mendalam terhadap ideologi dan arah perjuangan partai.
“Banyak orang pintar, tetapi kesetiaan terhadap partai sering kali kurang. Kita ingin kader yang paham arah perjuangan,” pungkasnya. (*/Niwil)

















