KUTIM, CUITANKALTIM.COM – Sekolah Eka Tjipta PSM 3 Kalseltim Wilayah Kutai Timur (Kutim) menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dan Guru selama tiga hari, 23–25 Juni 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di SMP Eka Tjipta 01 Jak Luay itu menjadi wadah penguatan kapasitas pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi teknologi digital.
Workshop diikuti kepala sekolah dan guru dari berbagai unit Sekolah Eka Tjipta di wilayah Kutim. Beragam materi disampaikan, mulai dari pengelolaan sekolah, pengembangan kurikulum, pembelajaran mendalam (deep learning), asesmen, hingga digitalisasi pembelajaran.
Regional Controller (RC) Kaltim 2, Frenius Siagian, mengatakan dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini.
Selama pelaksanaan workshop, peserta dibekali materi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang disampaikan Edi Sadono. Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya perencanaan sekolah yang berbasis data.
Peserta juga memperoleh materi penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) dari Nur Hamid. Selain pemaparan teori, peserta melakukan praktik menyusun dokumen kurikulum yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Pada hari kedua, Andi Iswandi, membawakan materi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Asesmen. Materi tersebut menekankan pentingnya proses belajar yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif peserta didik.
Selanjutnya, Ayu Rahmawati, menyampaikan materi 7 Habits Guru Inspiratif yang berfokus pada penguatan karakter, integritas, dan profesionalisme guru.
Sementara itu, hari terakhir diisi materi Digitalisasi Pembelajaran oleh Waliadi, yang membahas pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Workshop kemudian ditutup dengan materi Program Kokurikuler yang disampaikan Agustinus Hari Taking, S.Pd. mengenai pengembangan karakter dan potensi peserta didik melalui kegiatan pendukung pembelajaran.
Salah seorang peserta, Ilyan Soleh, guru SD Eka Tjipta 01 Telen–Bukit Subur, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Pelatihan ini tidak lain untuk meng-upgrade kompetensi kita yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan sekolah. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Melalui workshop tersebut, para kepala sekolah dan guru di lingkungan Sekolah Eka Tjipta PSM 3 Kalseltim Wilayah Kutim diharapkan semakin siap menghadapi perubahan dunia pendidikan serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. (*/Arya)

















