KUTIM – Pagi itu, suasana hangat penuh harapan menyelimuti lokasi pelaksanaan khitan massal yang diselenggarakan oleh NU Care Lazisnu Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Klinik Pratama PT. Swakarsa Sinar Sentosa, Minggu (21/6).
Di tengah senyum para orang tua, tawa anak-anak, dan semangat para relawan, terselip sebuah pesan besar bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Ketua MWCNU Kecamatan Muara Wahau, Kiai Nizar Raffi Muttaqin, serta dihadiri oleh Kepala Desa dan Kepala Klinik Pratama PT. Swakarsa Sinar Sentosa ini bukan sekadar agenda pelayanan kesehatan.
Lebih dari itu, khitan massal menjadi bukti nyata hadirnya semangat gotong royong dan kepedulian untuk membantu masyarakat menjalankan salah satu syariat penting dalam kehidupan umat Islam.
Bagi sebagian keluarga, khitan merupakan momen yang telah lama dinantikan. Namun tidak semua memiliki kemudahan untuk melaksanakannya.
Melalui program ini, NU Care Lazisnu berupaya menjembatani harapan tersebut, sehingga setiap anak dapat memperoleh layanan khitan yang aman, nyaman, dan layak tanpa terbebani oleh keterbatasan ekonomi.
Yang menjadi perhatian sekaligus kebanggaan dalam kegiatan ini adalah hadirnya peserta khitan massal yang berasal dari keluarga non-Muslim.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kegiatan sosial kemasyarakatan mampu menjadi jembatan persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada di Kecamatan Muara Wahau.
Dalam sambutannya, Nizar Raffi Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kemanusiaan harus berada di atas sekat-sekat perbedaan.
“Peserta sunat massal pada kegiatan ini juga berasal dari saudara-saudara non-Muslim. Ini adalah bukti bahwa kita mampu mendobrak sekat agama, suku, dan status sosial. Nahdlatul Ulama hadir untuk menebar manfaat di tengah umat manusia,” ungkapnya.
Beliau menambahkan bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu dan memperkuat persaudaraan sebagai sesama warga bangsa.
“Meski mereka tidak seaqidah dengan kita, mereka tetap saudara sebagai anak bangsa. Inilah yang dianut oleh Nahdlatul Ulama melalui konsep Ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan kebangsaan yang mengikat seluruh anak negeri dalam semangat persatuan, saling menghormati, dan gotong royong,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta dan tamu undangan. Nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berbuat kebaikan.
Ketua Panitia, Musropan, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan acara ini merupakan hasil kerja sama banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Di wajah-wajah anak yang tersenyum usai menjalani khitan, tersimpan harapan besar untuk masa depan. Di mata para orang tua, terpancar rasa syukur karena beban yang mereka pikul dapat diringankan.
Dan di tengah kebersamaan seluruh peserta, relawan, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang hadir, terlihat jelas bahwa kebaikan akan selalu menemukan jalannya ketika dilakukan bersama-sama.
Khitan Massal NU Care Lazisnu Muara Wahau tahun ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah masyarakat terletak pada kepedulian, persaudaraan, dan semangat untuk saling menguatkan.
Dari Muara Wahau, kebaikan kembali ditebarkan, menghadirkan senyum, harapan, dan keberkahan bagi banyak keluarga.
Di tengah beragam perbedaan yang ada, khitan massal ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial selalu mampu menyatukan hati.
Sebab, ketika manfaat diberikan tanpa memandang latar belakang, maka kebaikan akan dirasakan oleh seluruh anak bangsa. (*/Red)

















