KUTIM – Setelah tiga hari dilakukan pencarian tanpa henti, Rifki (23), pemuda asal Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, akhirnya ditemukan.
Ia ditemukam dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kutai Timur.
Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada jarak sekitar 7,7 kilometer dari lokasi awal dilaporkan tenggelam, setelah dilakukan penyisiran menyeluruh di sepanjang aliran sungai.
Proses pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kaltim, Polsek Muara Wahau, pihak perusahaan, keluarga korban, hingga masyarakat setempat yang ikut turun membantu sejak hari pertama kejadian.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian tersebut.
“Terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, relawan, pihak perusahaan, dan masyarakat yang sudah menunjukkan kepedulian serta semangat kemanusiaan,” ujarnya, Rabu 3 Juni 2026.
Sebelumnya, korban bersama rekannya diketahui sedang berenang di Sungai Melenyu 2. Setelah menyeberang, korban berusaha kembali menuju tenda bersama teman-temannya.
Namun nahas, derasnya arus sungai diduga membuat korban kelelahan hingga tidak mampu kembali menyeberang dan akhirnya tenggelam.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat upaya penyelamatan tidak berhasil maksimal.
Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai. Namun derasnya arus dan kondisi medan yang cukup sulit menjadi tantangan utama di lapangan.
Meski begitu, koordinasi antarinstansi berjalan solid sehingga proses pencarian tetap berjalan efektif hingga korban akhirnya ditemukan.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Sementara, Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan terbuka, terutama sungai dengan arus deras.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan,” pungkasnya. (*/Arya)

















