CUITANKALTIM.COM,BONTANG – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan.
Guru dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 3 Bontang, Rahayu, yang kini juga menyandang predikat Guru Duta Canva Indonesia 2025.
Menurutnya, guru tidak boleh berhenti belajar karena peran pendidik saat ini bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam menghadapi perkembangan teknologi.
“Guru yang baik adalah guru yang senang belajar karena kita adalah panutan bagi murid-murid,” ujarnya, Sabtu (23/4/2026).
Rahayu mengatakan, kemajuan teknologi sebenarnya bukan ancaman bagi profesi guru. Justru teknologi dapat menjadi alat bantu untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.
“Teknologi tidak akan bisa menggantikan peran guru di dalam kelas. Tapi teknologi bisa membuat pengalaman belajar murid menjadi lebih berwarna,” katanya.
Ia menilai penggunaan platform digital seperti Canva menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.
Selain mempermudah penyusunan materi ajar, Canva juga kini dilengkapi berbagai fitur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang membantu guru bekerja lebih cepat dan efisien.
“Canva sekarang ada AI-nya juga jadi sangat membantu guru dalam menyiapkan pembelajarannya,” jelasnya.
Rahayu mengaku dirinya mulai aktif mendalami Canva sejak pandemi Covid-19. Saat itu, kondisi pembelajaran daring membuat banyak guru harus belajar teknologi secara mandiri agar proses belajar mengajar tetap berjalan maksimal.
Pengalaman tersebut kemudian membuat dirinya semakin tertarik berbagi praktik baik penggunaan Canva kepada sesama guru. Ia pun mulai aktif memperkenalkan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran sejak 2022.
Menurutnya, perubahan pola belajar siswa saat ini membuat guru harus lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Pembelajaran berbasis visual dan digital dinilai lebih mudah diterima siswa dibanding metode konvensional semata.
“Murid jadi lebih interaktif dan semangat belajar karena mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan berbasis digital sesuai dengan zamannya,” tuturnya.
Rahayu berharap semakin banyak guru di Bontang yang mau mencoba memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Sebab menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan. (MH/ADV)

















