SAMARINDA – Momentum Idulfitri dimaknai sebagai pengingat untuk kembali pada nilai-nilai moral, termasuk dalam menjalankan kekuasaan. Hal itu disampaikan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur, Bambang Soepriyadi.
Menurutnya, Idulfitri tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga menjadi refleksi dalam kehidupan sosial dan bernegara. Ia menekankan pentingnya etika dalam penggunaan kekuasaan.
Dikutip dari tulisannya, Bambang menyoroti bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan prinsip keadilan, tanggung jawab, dan kejujuran sebagai bagian dari kehidupan bersama.
“Kekuasaan bukanlah sekadar kewenangan administratif, tapi amanah yang berat. Rasulullah SAW bersabda: ‘Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya’ (HR. Bukhari dan Muslim),” tegasnya.
Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, melainkan difokuskan untuk kepentingan publik.
“Kita harus memastikan bahwa kekuasaan tidak menjadi alat kepentingan pribadi atau kelompok, tapi menjadi sarana untuk melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” lanjutnya.
Ia berharap nilai-nilai Idulfitri dapat terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang beretika. (*/Arya)

















