BONTANG – DPD KNPI Bontang menyoroti pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang difasilitasi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporapar Ekraf).
Kegiatan tersebut dinilai belum berjalan optimal karena tidak melibatkan seluruh Ketua OKP secara menyeluruh.
KNPI menduga, hal ini terjadi karena tidak dilibatkannya sejumlah OKP yang berhimpun di bawah DPD KNPI Kota Bontang.
Ketua Harian DPD KNPI Kota Bontang, Sadly Jaya M, menyayangkan kondisi tersebut.
Dia menilai hal ini mencederai semangat kebersamaan di kalangan pemuda.
“Tidak semua OKP dilibatkan, ini jelas tidak maksimal,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Ia juga menegaskan bahwa KNPI seharusnya ditempatkan sebagai mitra strategis, bukan sekadar pelengkap dalam kegiatan kepemudaan.
“KNPI bukan hanya peserta, tapi mitra strategis pemerintah,” tegasnya.
Menurutnya, Disporapar Ekraf khususnya Bidang Pemuda perlu mengedepankan kolaborasi dan sinergi dalam setiap program.
“Harus ada kolaborasi, jangan berjalan sendiri,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi konstruktif terhadap pelaksanaan program kepemudaan di Kota Bontang.
KNPI berharap ke depan tercipta pola kemitraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, KNPI mendorong agar setiap kegiatan dapat melibatkan seluruh unsur OKP secara proporsional guna memperkuat partisipasi pemuda serta meningkatkan kualitas program kepemudaan.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengaku tidak mengetahui adanya kekecewaan dari KNPI Bontang.
“Saya malah tidak tahu kalau KNPI menyampaikan kekecewaan,” ungkapnya.
Eko menjelaskan, dirinya akan menelusuri informasi tersebut dengan menanyakan langsung kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta Kepala Bidang Pemuda yang terkait.
“Saya akan tanyakan ke PPTK dan Kabid Pemuda. Karena saya sudah menandatangani suratnya, sementara yang mendistribusikan adalah bidang,” jelasnya. (*/Niwil)

















