BONTANG – Paguyuban Ikatan Keluarga Bima-Dompu (IKABIDO) Provensi NTB berhasil masuk 10 besar Pawai Budaya Bontang City Carnival.

Ketua IKABIDO, Arif Bima, mengatakan, paguyubanya masuk 10 besar dan itu adalah bonus.
“Tujuan utama kami menampilkan tradisi dan budaya kampung,” ungkapnya, 1 November 2025.
Penampilan IKABIDO sarat makna budaya. Mereka menampilkan rumah adat Uma Lengge.
Arif menjelaskan, Uma Lengge adalah tempat tinggal sekaligus menyimpan hasil panen, simbol kearifan lokal masyarakat Bima Dompu.
“Tampilan itu bentuk kesyukuran,” jelasnya.
Kemudian, busana perempuan Rimpu juga dipamerkan.
“Rimpu bukan sekadar kain penutup, tapi lambang martabat dan kebanggaan perempuan Bima Dompu,” ujarnya.
Selanjutnya, tradisi Kareku Kandei menjadi bagian penting.
Arif menjelaskan, Ini adalah prosesi menumbuk padi secara gotong royong sambil berpantun dan bersenandung.
Tradisi ini menandai sambutan hajatan, gerhana bulan, dan pesta panen raya.
“Selain itu, Kareku Kandei mempererat tali silaturahmi antarwarga Bima Dompu di Bontang,” tambahnya.
Arif menegaskan, meski masuk 10 besar membanggakan, tujuan utama partisipasi IKABIDO adalah menjaga silaturahmi dan melestarikan budaya Bima Dompu.
“Kita hanya lestarikan budaya dan paling intinya juga silaturahim,” pungkasnya. (*/Ayb)


















