BONTANG – Walikota Bontang, Neni Moerniani, menyebut Pemerintah Kota Bontang tengah menyusun indikator penilaian kinerja RT dan kelurahan dalam penanganan stunting.
Evaluasi tersebut akan dilakukan setiap enam bulan dengan target kerja yang terukur.
Menurut Neni, penanganan stunting harus dimulai dari perhatian terhadap kesehatan ibu sebelum hamil, termasuk mencegah anemia dan memastikan asupan gizi terpenuhi.
“Anak stunting itu banyak lahir dari ibu yang anemia atau kekurangan HB. Makanya ibu hamil harus benar-benar dijaga gizinya,” ujarnya pada kamis (20/5/2026).
Selain itu, Ia juga menyoroti pola konsumsi masyarakat yang lebih memilih makanan cepat saji dibanding makanan bergizi seperti telur yang dinilai baik untuk pertumbuhan anak.
“Kadang ibu lebih memilih memberi mie instan dibanding telur, padahal telur jauh lebih bagus untuk pertumbuhan otak, otot, dan tulang anak,” katanya.
Sementara itu, Neni, menambahkan insentif yang disiapkan pemerintah nantinya diberikan berdasarkan capaian kerja nyata di lapangan, bukan hanya kelengkapan administrasi.
“Masa di satu RT ada lima anak stunting tidak bisa diselesaikan. Kita ingin ada kerja nyata di lapangan,” pungkasnya. (*/Niwil)

















