CUITANKALTIM.COM, BONTANG – Keberhasilan SDN 003 Bontang Utara meraih predikat Adiwiyata Mandiri tidak diraih secara instan.
Sebelum menerima penghargaan tersebut, sekolah harus melalui tahapan panjang, termasuk membina tiga sekolah lain dalam program peduli lingkungan.
Kepala sekolah, Abdillah menjelaskan, sekolah yang menjadi binaan pihaknya adalah SDN 016 Bontang Selatan, SD IT Cahaya Fikri, dan SD Bintang.
“Ketiga sekolah itu menjadi bagian dari proses pembinaan kami sebelum mendapatkan predikat mandiri,” katanya, Kamis (7/5/2026).
Ia menerangkan, pembinaan dilakukan dengan memberikan pendampingan terkait pengelolaan lingkungan sekolah, pembiasaan budaya bersih, hingga pemanfaatan lahan hijau sebagai sarana edukasi.
Menurut Abdillah, program Adiwiyata tidak hanya menilai kondisi lingkungan satu sekolah, tetapi juga melihat sejauh mana sekolah tersebut mampu menularkan budaya peduli lingkungan kepada sekolah lainnya.
Karena itu, proses pembinaan menjadi salah satu tahapan penting dalam penilaian menuju Adiwiyata Mandiri.
Sekolah harus mampu menjadi contoh dan motivator bagi sekolah lain dalam menerapkan program lingkungan.
Ia menilai, keberhasilan membangun budaya lingkungan di sekolah lain menjadi kebanggaan tersendiri karena manfaatnya dirasakan lebih luas di dunia pendidikan.
“Meski telah memperoleh penghargaan tingkat nasional, kami tetap berupaya menjaga kualitas program lingkungan yang telah berjalan selama ini,” tutupnha.
Pihak sekolah berharap semangat peduli lingkungan dapat terus berkembang dan menjadi budaya bersama di lingkungan pendidikan Kota Bontang. (MH/ADV)

















