CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SPNF SKB Bontang menegaskan komitmennya dalam menghapus hambatan pendidikan melalui program kelas mandiri pendidikan kesetaraan.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, masyarakat kini tidak lagi memiliki alasan untuk tidak mengenyam pendidikan.
Program ini dirancang agar dapat menjangkau semua kalangan, baik usia sekolah maupun dewasa.
Melalui sistem hybrid dan jadwal fleksibel, peserta dapat belajar tanpa tekanan waktu dan kehadiran yang ketat.
Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh menyebut seluruh sistem telah disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Semua sudah kami akomodir, mulai dari waktu, metode, sampai media pembelajaran,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Penggunaan WhatsApp sebagai media pembelajaran juga mempermudah akses bagi peserta dari berbagai latar belakang.
Dengan dukungan tersebut diharapkan angka putus sekolah dapat terus ditekan di Kota Bontang.
Program ini juga menjadi bukti bahwa inovasi dalam dunia pendidikan nonformal mampu menjawab tantangan zaman sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperbaiki masa depan mereka.
“Masyarakat yang belum punya ijazah, sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah,” tutupnya. (MH/ADV)

















