Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » UNUSIA Serukan Refleksi Kebijakan SDA dan Taubat Ekoteoligis dengan Masyarakat Sipil di Masjid Istiqlal

UNUSIA Serukan Refleksi Kebijakan SDA dan Taubat Ekoteoligis dengan Masyarakat Sipil di Masjid Istiqlal

by Redaksi Cuitan Kaltim
17 Desember 2025
in Nasional, Umum
0
UNUSIA Serukan Refleksi Kebijakan SDA dan Taubat Ekoteoligis dengan Masyarakat Sipil di Masjid Istiqlal

UNUSIA Serukan Refleksi Kebijakan SDA dan Taubat Ekoteoligis dengan Masyarakat Sipil di Masjid Istiqlal.

Share on Facebook

JAKARTA – Seminar Nasional “Taubat Ekologis: Refleksi Kebijakan Tatakelola SDA” menandai langkah penting: Masjid Istiqlal tidak hanya jadi ruang ibadah, tapi juga ruang dengar, tempat masyarakat, kampus, jejaring tani, dan pemuka lintas iman duduk bersama membicarakan kerusakan lingkungan yang makin terasa sebagai “krisis hidup sehari-hari”.

Di forum ini, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. menegaskan “ekoteologi sebagai cara pandang: bumi bukan objek eksploitasi, melainkan amanah ilahi yang sakral.

Karena itu, taubat ekologis tidak berhenti pada rasa bersalah spiritual, tapi harus menjelma jadi koreksi perilaku, kebijakan, dan tata kelola.” Rabu (17/12/2025.

“Tidak semua realitas bisa dicerna oleh akal empiris; ada keterhubungan semesta yang tak selalu terukur, tetapi nyata dampaknya dalam kesatuan kosmik ciptaan.

Ia mengaitkan wacana teologis, termasuk pembacaan Ibn Arabi soal tajalli dan “acosmos”—untuk menegaskan bahwa alam tidak pantas diperlakukan sebagai “barang mati”.

Bahasa agama, katanya, punya daya moral besar untuk menggerakkan perubahan, apalagi ketika krisis lingkungan tak mempan diselesaikan dengan bahasa teknokratis semata. Respons Kementerian Agama diwujudkan lewat “Kurikulum Cinta”, dan ia menutup dengan ajakan reflektif: “Tundalah kiamat dengan merawat bumi”, ungkapnya.

Ketua Gerbang Tani, Idham Arsyad, mengajak peserta memandang situasi Sumatera sebagai panggilan pertaubatan ekologis: bencana tidak berdiri sendiri, dan dampaknya hulu–hilir membuat rehabilitasi serta rekonstruksi butuh kesabaran panjang—bahkan 25–30 tahun. Ia menekankan mandat manusia sebagai khalifah: relasi manusia–alam seharusnya rahmatan lil ‘alamin, bukan eksploitatif.

Karena krisis ini “tidak ringan”, kolaborasi lintas pihak—NGO, komunitas keagamaan, dan kementerian—wajib jadi pola kerja, bukan slogan.

Ketua Panitia Pelaksana/Kaprodi Akuntansi UNUSIA, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., mengingatkan bahwa banjir berulang di Sumatera dalam satu dekade terakhir bukan hanya kerugian material dan korban jiwa, tetapi juga perusakan ekosistem, gangguan sosial-ekonomi, dan trauma panjang.

Karena itu, Badan Pengelola Masjid Istiqlal bersama PKUMI, UNUSIA, dan Gerbang Tani memandang perlu forum nasional untuk mengkaji refleksi kebijakan, menyusun rekomendasi, dan mendorong gerakan taubat ekologis.

Dari sisi data dan arah koreksi kebijakan, Chalid Muhammad (Institute Hijau Indonesia) menyebut kondisi kita sebagai “orkestrasi kerusakan ekologis” di darat–laut–sungai–udara, dengan contoh: 46% dari 70.000 sungai tercemar berat, limpahan plastik ke laut, konflik agraria yang luas, hingga risiko ekologis dari industri ekstraktif.

Ia menawarkan garis tegas: akui tata kelola SDA yang merusak dan hanya menguntungkan segelintir pihak; dorong leadership untuk koreksi kebijakan; pemulihan harus berbasis ekonomi warga—bukan mengejar pertumbuhan eksploitatif; serta sanksi tegas dan evaluasi kebijakan yang adil.

Dalam rekomendasi, ia menekankan moratorium izin, revisi regulasi berbasis keadilan sosial-ekologis, pelibatan bermakna masyarakat (FPIC), penguatan ekonomi warga, sampai prinsip polluter pays dan pengawasan independen.

H. Farid F. Saenong, M.A., Ph.D. (Staf Khusus Menteri Agama RI) menajamkan makna taubat: syarat utamanya kesadaran dan pengakuan atas “dosa ekologis” manusia terhadap alam. Ia juga mencontohkan bagaimana kebijakan publik lebih diterima ketika dikomunikasikan dengan nilai dan bahasa agama, serta mendorong “tafsir ulang” agar teks keagamaan lebih kontekstual dengan krisis ekologis.

Dalam praktik, ia mengkritik eksploitasi yang membuat “lubang-lubang besar” di bumi dan penebangan masif, sambil menegaskan peran pesantren/kalangan agama: menanam pohon sebagai ibadah lintas generasi—tindakan kecil yang justru menegaskan kewajiban yang lebih besar untuk menjaga bumi secara sistemik.

Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, M.A. (Guru Besar Pasca PTIQ) mengingatkan akar psikologis krisis: bias antroposentris membuat nonmanusia tidak dianggap “kerabat bermoral”, menciptakan jarak emosional dan mendorong instrumentalisasi alam. Ia menawarkan eco-empathy dalam Kurikulum Berbasis Cinta sebagai latihan relasi—membentuk manusia yang harmonis dengan diri, sesama, alam semesta, dan Allah.

Dari perspektif lintas iman, Romo Aluysius Budi Purnomo (Sekretaris Komisi HAK KWI) menegaskan “pertobatan ekologis” bukan sekadar ide, melainkan motivasi spiritual yang mendorong tindakan pelestarian dunia. Ia mengangkat Ensiklik Laudato Si’ sebagai koreksi atas cara pikir teknokratik dan ketergantungan pada pasar, serta mengajak gerakan “Green-Heart” melalui kesederhanaan—less is more/ugahari, “jalan kecil cinta” dalam tindakan harian yang mematahkan logika eksploitasi. Ia juga menekankan sisi kebijakan: AMDAL harus sejak awal, transparan, bebas tekanan politik-ekonomi, dan memakai prinsip kehati-hatian ketika ada ancaman kerusakan serius.(*/Rawan)

Post Views: 856
Tags: Mentri AgamaTaubat EkologisUNUSIA
Share10Send

Related Posts

Ilustrasi Agama Harus Jadi Perekat, Bukan Pemisah (ChatGPT)

Menteri Agama: Agama Harus Jadi Perekat, Bukan Pemisah

by Redaksi Cuitan Kaltim
8 Maret 2025
0
47

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ajaran agama harus berlandaskan cinta dan kerukunan, bukan perbedaan dan kebencian. Hal...

Next Post
Penyaluran BLT ini diselenggarakan Pemerintah Desa Jongkang

Bantuan Langsung Tunai untuk Warga Jongkang Kukar, Ini Warga yang Terima

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    277 shares
    Share 111 Tweet 69
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang