KUTIM – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati, menegaskan pengawasan pangan selama Ramadan dilakukan untuk menjamin keamanan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat beribadah dengan tenang. Takjil yang beredar harus aman, sehat, dan berizin,” ujarnya di Aula Dinkes Kutim, Sangatta Utara, Senin (2/3/2026).
Dia menambahkan, pengawasan dilakukan secara intensif karena peredaran makanan dan minuman meningkat signifikan selama Ramadan.
“Target kami zero insiden, tidak ada kasus keracunan maupun produk berbahaya yang lolos,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BPOM Samarinda, Heppi Pratama, menilai kolaborasi lintas sektor tersebut efektif dalam menjaga keamanan pangan.
“Selain uji sampel, kami juga memberikan edukasi kepada pedagang terkait izin edar dan standar higienitas,” katanya.
Dirinya memastikan setiap temuan pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Jika ada pelanggaran, akan dibuat Berita Acara Pemeriksaan dan dilakukan pembinaan. Produk yang tidak memenuhi syarat akan dimusnahkan,” pungkasnya. (*/Arya)

















