KUTIM – BAZNAS Kutai Timur menghimpun dana zakat sebesar Rp21,9 miliar sepanjang 2025.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada 28.161 mustahik yang tersebar di 18 kecamatan di Kutai Timur melalui sejumlah program pemberdayaan.
Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan mengatakan, total penghimpunan zakat pada 2025 tercatat mencapai Rp21.919.425.931.
“Di laporkan terhitung pada Tahun 2025 pengumpulan BAZNAS Kutai Timur yaitu sebesar Rp21.919.425.931,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Dia menjelaskan, penyaluran dana zakat dilakukan melalui lima program utama, yakni bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan yang dikemas dalam program Kutim Peduli, Kutim Sehat, Kutim Cerdas, Kutim Sejahtera, dan Kutim Taqwa.
Di bidang pendidikan, BAZNAS Kutim menyalurkan beasiswa perguruan tinggi kepada 26 mahasiswa di STEI SEBI dan Ibnu Katsir dengan total anggaran Rp863,4 juta per tahun.
Selain itu, BAZNAS Kutim juga bekerja sama dengan Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta untuk memberikan beasiswa kepada empat mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir dengan total Rp114 juta per tahun.
Pada sektor kemanusiaan, BAZNAS Kutim turut menyalurkan bantuan tanggap bencana kebakaran di Sangkulirang, Batu Ampar, dan Bengalon dengan total bantuan mencapai Rp4,39 miliar.
Selain itu, bantuan rutin juga diberikan kepada 17 pondok pesantren sebesar Rp1,44 miliar serta bantuan hidup bagi lansia senilai Rp504 juta.
Di bidang ekonomi, BAZNAS Kutim menjalankan program pemberdayaan UMKM bagi mustahik melalui Zakat Community Development yang berfokus pada sektor peternakan dan perkebunan.
Program lain yang dikembangkan yakni pengembangan ritel mikro Z-Mart di lima titik yang dikelola oleh masjid, pondok pesantren, dan panti asuhan.
Tak hanya itu, terdapat pula program Santripreneur di Pondok Pesantren Fahrisul Qur’an Bengalon berupa budidaya ternak ikan yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan 12 organisasi perangkat daerah.
Masnip menegaskan, dalam proses penyaluran bantuan pihaknya terlebih dahulu melakukan survei kelayakan terhadap calon penerima manfaat.
“Dengan mempertimbangkan asnaf yang akan menerima bantuan melalui survei kelayakan dengan turun langsung ke lapangan serta sebagai bentuk ikhtiar memastikan peningkatan kesejahteraan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi setiap bulan,” pungkasnya. (*/Arya)

















