CUITANKALTIM,COM, BONTANG – Dalam pembelajaran Al-Qur’an. Hal ini terlihat dalam kegiatan munaqosah yang diikuti 230 siswa pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Mutiara.
Metode Ummi dikenal sebagai pendekatan pembelajaran yang sistematis dan terstruktur. Siswa dibimbing secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih efektif.
Kepala Sekolah Syahnan menyampaikan bahwa metode ini telah diterapkan secara konsisten. Ia menilai hasilnya terlihat dari kemampuan siswa yang terus meningkat. Munaqosah menjadi bukti nyata keberhasilan tersebut.
“Dalam metode ini, siswa tidak hanya belajar membaca. Mereka juga memahami tajwid dan makna dasar Al-Qur’an. Hal ini membuat pembelajaran lebih komprehensif,” tuturnya.
Guru berperan penting dalam menerapkan metode ini. Mereka memberikan bimbingan secara intensif kepada siswa. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan perkembangan.
Sebelum munaqosah, siswa mengikuti ujian tertutup. Tahapan ini memastikan kesiapan mereka sebelum tampil di publik. Hanya siswa yang lulus yang dapat mengikuti munaqosah.
Syahnan menilai metode Ummi mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Mereka tampil dengan lebih siap dan terarah. Hal ini terlihat saat mereka diuji di hadapan orang tua.
“Sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan metode ini. Perbaikan akan dilakukan sesuai kebutuhan. Tujuannya agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” jcapnga.
Dengan metode yang tepat, sekolah optimistis mencetak generasi Qur’ani. Siswa diharapkan tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami Al-Qur’an. Ini menjadi tujuan utama pendidikan di SD IT Yabis. (MH/ADV)

















